Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 22.8 ° C

Tak Paham Mekanisme, Sejumlah Warga Luar Kota Bogor Kehilangan Hak Suara Pemilu 2019

Windiyati Retno Sumardiyani
ILUSTRASI Pencoblosan.*/DOK PR
ILUSTRASI Pencoblosan.*/DOK PR

BOGOR, (PR).- Satu hari menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum 2019, Kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Bogor ramai dikunjungi warga luar Kota Bogor. Mereka mencoba mengajukan permohonan pindah pilih ke Kota Bogor.

Sayangnya, KPU Kota Bogor tidak bisa melayani permintaan warga karena batas permohonan pindah pilih sudah ditutup sejak 10 April 2019 lalu.

Fatima (40), warga Kabupaten Sumedang, menjadi salah satu warga luar daerah yang berupaya mendapatkan hak suaranya. Lantaran kurang informasi terkait tata cara mengurus pindah pilih, Fatima harus menerima kenyataan tidak bisa menyalurkan hak suaranya di Kota Bogor.

"Informasi yang saya dapat di grup whatsapp, kita bisa coblos hanya pakai E-KTP saja. Makanya saya tenang-tenang saja, pas saya tanya ke Pak RT tempat saya tinggal di Kota Bogor, ternyata enggak bisa. Saya suruh ke PPK, saya urus ternyata enggak bisa karena sudah terlambat. Saya tetap ikhtiar, ke KPU Kota Bogor, eh ternyata memang enggak bisa,” ujar Fatima saat dijumpai “PR”, Selasa, 16 April 2019.

Fatima mengaku tak pernah mendapatkan informasi yang detil terkait permohonan pindah pilih.  Menurut Fatima, KPU Kota Bogor hanya memberikan solusi agar  Fatima kembali ke Sumedang untuk menyalurkan hak pilihnya di sana.

“Mau pulang tetapi enggak ada ongkos, saya pasrah saja. Saya akui kurang informasi, jarang nonton televisi dan baca berita,” kata Fatima.

Orang sakit

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bogor Samsudin mengatakan, KPU Kota Bogor hanya melayani pengajuan pindah pilih hingga hari H pencoblosan kepada pemilih yang terindikasi sakit. Sementara pengajuan pindah pilih untuk kategori lainnya seperti  pindah domisili, tugas belajar, tahanan, dan bekerja sudah ditutup pada 10 April 2019 lalu.

"Di H-1 ini banyak sekali yang datang. Mohon maaf kami tidak bisa layani. Kalau sakit pengecualian, karena yang namanya sakit tidak bisa diprediksi. Bagi  warga yang sakit pengajuan A-5 bisa ditangani sampai hari H. Kalau tidak bisa urus ke KPU, kami bisa jemput bola ke rumah sakit,” ucap  Samsudin.

Menurut Samsudin, saat ini jumlah pemilih pindahan di Kota Bogor mencapai 4.583 warga. Sementara pemilih Kota Bogor yang pindah memilih ke luar daerah mencapai 2.247 pemilih.***

Bagikan: