Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Sebagian berawan, 17.3 ° C

Impian Sukabumi Jadi Sentra Bawang Putih Mulai Terwujud

Ahmad Rayadie
BUPATI Sukabumi, Marwan Hamami didamping Kepala Dinas Pertanian, Sudrajat  tengah memanen bawang putih persis dilahan pertanian di kaki Gunung Gede Pangrango, tepatnya di kawasan pertanian di Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Selasa, 16 April 2019.*/AHMAD RAYADIE/PR
BUPATI Sukabumi, Marwan Hamami didamping Kepala Dinas Pertanian, Sudrajat tengah memanen bawang putih persis dilahan pertanian di kaki Gunung Gede Pangrango, tepatnya di kawasan pertanian di Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Selasa, 16 April 2019.*/AHMAD RAYADIE/PR

OBSESI menjadikan Sukabumi sebagai sentra bawang putih membuahkan hasil. Kendati sempat diliputi rasa ragu, petani bawang putih yang berada persis di kaki Gunung Gede Pangrango, tepatnya di kawasan pertanian di Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, akhirnya berhasil menggapai mimpi.

Mereka berhasil mewujudkan harapan agar Kabupaten Sukabumi jadi kawasan sentral bawang putih di Jawa Barat. "Awalnya, kami sempat pesimis, terlebih melakukan demplot dengan mendatangkan bibit dari Taiwan. Tapi kini membuahkan hasil. Petani  berhasil membuktikannya, sehingga usaha yang dilakukan  tidak sia-sia dengan memanen perdana bawang putih," kata Ketua Kelompok Tani Rahayu Satu, Kecamatan Sukaraja, Ece Royani ketika ditemui Selasa, 16 April 2019.

Dia mengatakan tekad untuk menaman bawang putih berawal dari kebutuhan yang sangat mendesak. Terutama kebutuhan konsumen yang relatif tinggi akan bawang putih.  "Sementara pasokan sangat terbatas. Dari masalah itulah, kami terpacu untuk menanam dan menjawab kesulitan warga," katanya.

Selain itu, kata Ece, rumor yang menyatakan petani bawang putih sulit memasarkan hasil keringatnya sama sekali tidak terbukti. Justru sebaliknya, banyak pedagang disejumlah pasar tradisional menerima tanpa harus mencari penampungan.

"Di hari perdana, banyak pedagang datang memesan hasil panen. Untuk pasar bawang putih tidak kesulitan. Sementara harga bawang putih kini telah menembus kisaran   Rp 40. 000 hingga Rp. 60.000/Kg," katanya.

Disela-sela panen bawang putih perdana, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, mengapresiasi upaya yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi yang telah berhasil membina para petani bawang puting di Desa Langensari. Petani berhasil membudidayakan sayuran yang bernilai ekonomi tinggi.

"Ini konsep agrowisata, tinggal memanfaatkan ruangnya. Nanti bukan hanya  bawang putih, sayuran dan buah buahan, namun ada ruang bermain dan berwisata kuliner nantinya di bangun di Sukabumi," katanya.

Marwan sempat tidak berkedip ketika menyaksikan hamparan tanaman bawang putih tumbuh dengan subur.  Dia berharap panen perdana bawang putih kali ini, tidak hanya mendukung kebijakan pemerintah pusat target swasembada. 

"Tapi menjadikan kawasan Sukabumi menjadi bagian daerah  untuk memujudkan harapan pemerintah mengekspor bawang putih tahun 2021 mendatang. Selain itu, kita membuktikan, tanaman bawang putih ternyata berhasil tumbuh subur di Sukabumi," katanya.

Dia mengatakan bawang putih tumbuh subur di areal lahan yang berada diketinggian 1200 meter di atas permukaan laut.  Lahan tersebut sangat  memungkinkan bawang putih tumbuh dengan baik. "Sehingga tidak heran proses pembenihan bibit bawang putih dengan menghasilkan produksi yang cukup baik pula," katanya.
Marwan mengatakan melalui demontration plot (demplot) bawang putih dengan hasil seperti ini dimungkinkan untuk dikembangkan di beberapa daerah di Sukabumi. "Ini salah satu program penguatan pertanian yang akan di dorong agar masyarakat bisa diberdayakan, apalagi nanti jalan tol beres," katanya.***

Bagikan: