Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 22.8 ° C

BPJS Kesehatan Jamin Biaya Pengobatan Caleg Depresi

Dodo Rihanto
KEPALA BPJS Kesehatan Cabang Karawang-Purwakarta, Unting Patri Wicaksono.*/DODO RIHANTO/PR
KEPALA BPJS Kesehatan Cabang Karawang-Purwakarta, Unting Patri Wicaksono.*/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Karawang menjamin pengobatan dan perawatan para calon legislatif yang mengalami gangguan jiwa akibat gagal dalam Pemilu 2019. Syaratnya, yang bersangkutan sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sebelum depresi.

"Jaminan pengobatan dan perawatan meliputi depresi ringan, sedang, hingga berat, bahkan gangguan jiwa. Mereka akan kami biayai hingga sembuh," ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Karawang-Purwakarta, Unting Patri Wicaksono di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Karawang Barat, Selasa 16 April 2019.

Menurutnya, skema klaim penderita depresi akibat gagal Pemilu tak berbeda dengan klaim penyakit lainnya. "Sesuai peraturan Menteri, skema untuk pasien depresi atau gangguan jiwa tak ada bedanya dengan penyakit fisik umum," tutur dia. 

Penyakit yang dialami Caleg gagal, kata Unting diakomodasi BPJS Kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Mereka bisa menjalani mengobatan pada rumah sakit di Karawang yang memiliki poli jiwa. Jika diperlukan, bisa juga dirujuk ke RSJ di Jakarta maupun Bandung.

Dijelaskan, payung hukum mengenai pengobatan Caleg stres terdapat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 59 tahun 2014 tentang standar tarif pelayanan JKN. Dalam Permenkes itu disebutkan, BPJS bisa membiayai peserta yang menderita depresi, gangguan kepribadian, gangguan bipolar, skizofrenia dan berbagai penyakit mental lainnya. 

"Jika diagnosis dokter atas Caleg itu termasuk dalam Permenkes 59 tahun 2014, maka kami bisa melayaninya sampai sembuh," tutur Uting. 

BPJS Kesehatan, kata Unting, bakal mengobati para Caleg yang depresi sejak pemeriksaan awal, sejak dari Puskesmas, poliklinik hingga dirujuk ke RSJ di Jakarta ataupun Bandung. "Biayanya dijamin BPJS Kesehatan," katanya.***

Bagikan: