Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Sebagian berawan, 17.3 ° C

Belasan Rumah Terancam Tanah Longsor

Nurhandoko
RUMAH  milik Endang Desa Banjarangsana, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis terancam terbawa longsor, paska ambrolnya tembok penahan tebing yang berada disisinya. Ambrolnya tebing dipicu  turunnya hujan deras.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
RUMAH milik Endang Desa Banjarangsana, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis terancam terbawa longsor, paska ambrolnya tembok penahan tebing yang berada disisinya. Ambrolnya tebing dipicu turunnya hujan deras.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Hujan yang belakangan ini masih mengguyur tatar galuh Ciamis mengakibatkan longsor di beberapa titik. Longsor di Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu,  Desa Banjarangsana, Kecamatan Panumbangan serta Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah mengakibatkan belasan rumah terancam.

Paling parah terdapat di Desa Sandingtaman, sebanyak delapan rumah terancam menyusul terjadinya pergerakan tanah, hingga memunculkan retakan memanjang hingga seratus meter lebih.  Perisitiwa yang berlangsung saling susul menyusul tersebut dipicu turunnya hujan deras.

Mengantisipasi korban, warga yang tinggal di deerah rawan longsor diminta mencari tempat yang lebih aman, jika turun hujan deras atau hujan kecil dengan durasi lama. Dalam peta kerawanan bencana Ciamis, ketiga kecamatan tersebut termasuk rawan longsor, pergerakan tanah.   

“Belakangan ini frekuensi dan intensitas hujan mulai berkurang, akan tetapi ancaman longsor masih cukup tinggi. Terbukti beberapa titik juga terjadi longsor, paska diguyur hujan deras,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Ani Supiani, Senin 15 April 2019.

Dia mengungkapkan delapan rumah yang terancam akibat terjadinya pergerakan tanah, yakni milik  Tatang, Jono, Enjo, Uri, Udi, Ega, Jejer dan Amin.  Tembok rumah banyak yang retak-retak, yang dikhawatirkan yakni retakan pada dinding melebar, sehingga mencancam rumah.

“Desa Sandingtaman memang termasuk salah satu kawasan di Kecamatan Panjalu yang rawan terjadi pergerakan tanah. Topografinya berbukit dan tebing, sehingga ketika diguyur hujan, mudah sekali bergerak, labil,” jelasnya.

Kejadian terakhir paska hujan, lanjut Ani, yakni longsornnya tembok penahan tebing di Desa Cisontrol , Kecamatan Rancah. Ambrolnya penahan tebing mengancam rumah milik Eso Karso (55) terancam longsor. Persitiwa  yang berlangsung pada hari Sabtu 13 April 2019 sore, juga dipicu turunnya hujan deras.

Sehari sebelumnya, rumah milik Endang di Desa Banjarangsana, Kecamatan Panumbangan juga terancam longsor, paska ambrolnya tebing yang lokasinya persisi di sisi rumah. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB sempat membuat shok pemilik rumah.

“Kami memberikan bantuan paket sembako serta pelaratan lain, untuk meringankan korban. Kami juga tidak pernah lelah mengingatkan warga yang tingga di sisi tebing lebih meningkatkan kewaspadaan. Salahsatunya lebih menggiatkan siskamling, mencari tempat yang aman jika hujan dan lainnya,” ungkap Ani.***

Bagikan: