Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Berawan, 21.6 ° C

Wahai Pemilik Perusahaan, Berikan Buruh Kesempatan Mencoblos Saat Pemilu 2019

Tommi Andryandy
MURAL bertema Pemilu dibuat di salah satu sudut jalan di Ciracas, Serang, Banten, Sabtu 6 April 2019. Mural yang dibuat secara sukarela oleh Komunitas Suara Rakyat tersebut bertujuan mendorong warga agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang.*/ANTARA
MURAL bertema Pemilu dibuat di salah satu sudut jalan di Ciracas, Serang, Banten, Sabtu 6 April 2019. Mural yang dibuat secara sukarela oleh Komunitas Suara Rakyat tersebut bertujuan mendorong warga agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang.*/ANTARA

CIKARANG, (PR).- Seluruh perusahaan diminta memberi kesempatan kepada karyawannya untuk mencoblos saat Pemilu 2019, Rabu 17 April.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan nomor 1 tahun 2019 tentang Hari Libur bagi Pekerja/Buruh Pada Pelaksanaan Pemungutan Suara Pemilihan Umum 2019.

“Ketentuannya sudah jelas dan manajemen perusahaan pun diminta memberi kesempatan kepada karyawannya untuk mencoblos, baik dengan meliburkan karyawannya pada 17 April nanti atau mengatur sif hingga karyawan bisa memberikan hak pilihnya,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi Edi Rochyadi, Senin 15 April 2019.

Di Kabupaten Bekasi, ketentuan libur pada hari pemilihan dinilai penting. Soalnya, Kabupaten Bekasi merupakan daerah dengan kawasan industri terbesar di Indonesia. Dengan sedikitnya 4.000 pabrik, jumlah pemilik suara sekaligus pekerja terbilang tinggi.

Pemilu 2019/ANTARA

Meski demikian, Edi mengakui ada sejumlah perusahaan seperti pengolahan baja yang tidak bisa menghentikan proses produksi. Jika produksi terhenti, perlu waktu lama untuk mengembalikan produksi sebagaimana biasanya.

“Karena berkaitan dengan mesin, ada beberapa produksi yang tidak bisa ditinggalkan. Tapi itu bukan berarti perusahaan boleh menahan hak politik karyawannya. Maka dari itu, kenapa harus diatur sifnya. Misalnya, yang jam masuk pagi dimundurkan jadi karyawannya mencoblos dulu. Atau bisa bergantian, saat ada yang mencoblos, yang lainnya kerja kemudian bergantian. Itu bisa diatur, yang penting berikan kesempatan mencoblos,” kata Edi.

Menurut dia, sejauh ini tidak ada perusahaan yang melapor bahwa tidak bisa meliburkan karyawannya. “Laporannya tidak ada yang keberatan dengan meliburkan karyawannya karena memang itu sudah ketentuan dari pusat,” ucap dia.

2017 dan 2018 banyak yang tidak mencoblos

Sementara itu, Wakil Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Obon Tabroni mengatakan, pemberian kesempatan karyawan untuk mencoblos harus tetap diawasi pemerintah. Jangan sampai, ada perusahaan yang membandel, tidak memberikan libur, serta tidak memberikan hak untuk memilih.

Soalnya, kata dia, pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bekasi 2017 serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018, banyak karyawan yang tidak mencoblos karena harus bekerja.

“Ini juga harus diawasi oleh pemerintah, jangan sampai ada yang menghambat hak pilih para pekerja. Karena khusus di Kabupaten Bekasi, jumlah pekerja khususnya yang di pabrik itu tinggi. Kalau tidak diawasi, akan ada karyawan dalam jumlah besar yang tidak bisa mencoblos,” ucap dia.

Obon menegaskan, karyawan yang tidak bekerja di perusahaan yang proses produksinya tidak bisa ditinggalkan diimbau menyalurkan hak pilihnya. Jangan khawatir untuk memerjuangkan hak libur karena ketentuannya kuat.

“Jangan takut, karyawan yang tidak diberi libur pada proses produksi bisa ditinggalkan, libur saja karena sudah ketentuannya demikian. Kecuali untuk produksi yang tidak bisa ditinggalkan, tapi tetap diimbau mencoblos karena proses produksi bisa dilakukan secara bergantian. Namun jika ada perusahaan yang tidak memberi libur atau memberi kesempatan mencoblos, segera laporkan. Perusahaan juga harus mengerti, kondisi ini hanya 5 tahun sekali,” kata dia.***

Bagikan: