Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 21.4 ° C

Polres Garut Selidiki Dugaan Pencabulan Belasan Anak  

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi pencabulan.*/DOK. PRFM
FOTO ilustrasi pencabulan.*/DOK. PRFM

GARUT, (PR).- Masyarakat Garut kembali dikejutkan dengan beredarnya kabar pencabulan yang dialami belasan anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Garut Kota. Uniknya, mereka bukan hanya menjadi korban tapi juga sekaligus bertindak sebagai pelaku.

Adanya kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur di wilayah Garut Kota tepatnya di wilayah Kampung Cipeuteuy, Kelurahan Margawati tersebut mulai mengemuka setelah adanya pengakuan salah satu anak yang menjadi korban. Tak urung hal itu membuat kaget para orangtua yang kemudian bersama sesepuh kampung memutuskan untuk melaporkannya ke polisi.

"Memang benar, ada peristiwa yang sangat membuat kami miris sekaligus prihatin di kampung ini. Ada belasan anak di bawah umur yang menjadi korban sekaligus jadi pelaku pencabulan," ujar salah seorang Ketua RW berinisial SH (35).    

Menurutnya, perilaku cabul belasan anak di bawah umur di daerahnya ini diduga timbul setelah sebelumnya sempat nonton video porno di handphone milik salah seorang warga. para korban sekaligus pelaku ini usianya masih sangat muda, rata-rata di kisaran 12 tahunan. 

"Sejumlah orangtua dan sesepuh kampung sudah melaporkan hal ini ke polisi pada Jumat 12 April 2019. Kami ingin kasus ini diusut sebelum perilaku menyimpang anak-anak itu kian parah dan menular ke yang lainnya," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy, Minggu 14 April 2019.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, tuturnya, ada 19 anak yang terlibat dalam aksi pencabulan tersebut. Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya ada juga anak perempuan.
 
SH menerangkan, informasi yang didapatnya, hal itu berawal ketika suatu hari sejumlah anak baru saja usai main bola. Tiba-tiba ada salah satu anak yang membawa HP android dan menyetel video porno serta mengajak anak yang lainnya menonton. Mungkin anak-anak ini terinspirasi dari adegan video porno yang ditontonnya tersebut hingga akhirnya berperilaku menyimpang.

Dirinya mengetahui ada hal seperti itu tambah SH, berdasarkan pengaduan sejumlah orangtua padanya. Mereka merasa heran dan curiga dengan perialku anaknya yang banyak berubah akan tetapi mereka tak mau ngomong saat ditanya oleh orangtuanya.

"Kebetulan saya cukup dekat dengan anak-anak. Kepada saya, mereka akhirnya mau bercerita terkait perilaku menyimpang mereka akhir-akhir ini dimana mereka suka saling menggesekan alat kemaluan mereka ke bagian dubur teman satu sama lain dan ini sudah berlangsung cukup lama," tutur SH.   

Menanggapi hal itu, Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna membenarkan adanya informasi yang beredar terkait adanya perilaku menyimpang belasan anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Garut Kota. Namun hingga saat ini diakuinya pihaknya belum menerima laporan secara resmi.

Oleh karena itu, Kapolres menyampaikan pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran dari kasus tersebut. Kasusnya sendiri saat ini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Garut.

"Laporan secara resminya belum kami terima akan tetapi informasinya sendiri sudah sampai kepada kami. Akan kami selidiki kasus penyimpangan perilaku yang menimpa belasan anak di bawah umur ini dan Satreskrim sedang menanganinya," kata Budi.
 
Kapolres mengimbau kepada para orang tua untuk tidak segan-segan melaporkan ke polisi jika anaknya menjadi korban dalam kasus ini. Menurutnya hal ini tak bisa dibiarkan terus terjadi karena dampaknya akan sangat buruk terhadap perkembangan mental anak.*** 

Bagikan: