Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Berawan, 21.6 ° C

Aparat Keamanan Siap Tembak Pengganggu TPS

Hilmi Abdul Halim
PERSONEL dari Polri dan TNI siap mengamankan pelaksanaan pemilu 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
PERSONEL dari Polri dan TNI siap mengamankan pelaksanaan pemilu 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Seluruh personel keamanan Pemilihan Umum (pemilu) 2019 di Kabupaten Purwakarta membawa senjata. Mereka diintruksikan melumpuhkan pihak-pihak yang akan menggangu keamanan dan keselamatan masyarakat di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Petugas akan melakukan tindakan tersebut apabila pelaku juga menggunakan senjata api maupun tajam. "Personel polisi di tempat bisa melumpuhkannya dengan senjata yang ada," kata Kepala Polisi Resor Purwakarta Ajun Komisaris Besar Matrius saat apel pergeseran pasukan, Senin 15 April 2019.

Setiap personel kepolisian yang disebar ke TPS dilengkapi dengan tongkat rotan (pentungan) atau senjata api. Begitu juga dengan personel tentara dan satuan polisi pamong praja yang membantu pengamanan sesuai kebutuhan di masing-masing TPS.

"Kalau membawa senjata api, tembak saat itu juga untuk melumpuhkan," kata Matrius menambahkan. Hal itu dilakukan terutama jika muncul ancaman terburuk yang berisiko menimbulkan korban jiwa dari petugas maupun masyarakat sipil.

Dalam apel kali ini, ia juga berpesan kepada seluruh personel untuk menjalankan tugasnya secara maksimal agar masyarakat tidak takut datang ke TPS. Meskipun, jumlah personel keamanan secara keseluruhan diakui belum ideal.

Matrius menyebutkan jumlah personel pengamanan Pemilu 2019 dari unsur tentara dan polisi di daerahnya sebanyak 1.124 orang. Mereka dibagi untuk mengamankan setiap TPS, desa, kecamatan dan pasukan khusus untuk menangani kontigensi.

"Kita lihat dulu potensi kerawanannya. Bila di TPS itu aman kita gunakan pola 2-14-28," ujarnya. Maksudnya, setiap dua personel polisi ditugaskan untuk mengamankan 14 TPS dibantu 28 petugas gabungan tentara dan unsur lainnya.

Sementara itu, Komandan Distrik Militer 0619/Purwakarta Letnan Kolonel Infanteri Yogi Nugroho menyatakan dukungannya untuk mengamankan Pemilu 2019. Ia menyebutkan jumlah personel Kodim yang diturunkan mencapai 300 orang ditambah dengan ratusan personel Batalyon Artileri Medan.

"Pembagian personel menyesuaikan dengan kepadatan di masing-masing TPS," kata Yogi seusai apel di Markas Polres Purwakarta. Para personel keamanan itu nantinya akan ditempatkan dalam radius maksimal 50 meter dari TPS.***

Bagikan: