Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Umumnya cerah, 16.7 ° C

Sikap Bima Arya Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Pengaruhi Suara Bogor

Windiyati Retno Sumardiyani
WALI Kota Bogor, Bima Arya.*/DOK. PR
WALI Kota Bogor, Bima Arya.*/DOK. PR

BOGOR,(PR).- Sikap Bima Arya yang mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019 dan bertentangan dengan sikap partainya dinilai tak akan mempengaruhi raihan suara pasangan nomor satu tersebut di Kota Bogor. 

Wali Kota Bogor terpilih sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu diketahui menyampaikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Amin, melalui acara bertajuk ‘Berani Bersuara untuk Indonesia Maju’ di  Puri Begawan, Kota Bogor, Jumat, 12 April 2019 malam. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan artis seperti Wanda Hamidah, Budiman Sujatmiko, Yusuf Mansur, Gisella Anastasia dan artis lainnya.

“Dukungan itu tidak terlalu berpengaruh pada penambahan suara pasangan 01 di Kota Bogor. Pengaruh wali kota  biasanya tidak diikuti oleh para pemilihnya. Justru keberpihakan Bima kepada paslon nomor 1, akan berpengaruh terhadap suara PAN di Kota Bogor,”  ujar Direktur Operasional Indekstat Redy Hendra Gunawan kepada wartawan Pikiran Rakyat, Minggu, 14 April 2019.

Berdasarkan hasil survei sementara yang dilakukan Indekstat, pasangan Prabowo-Sandi dinilai masih unggul di Kota Bogor meskipun selisihnya tidak terlalu jauh. Kondisi tersebut diprediksi akan tetap berlangsung hingga hari H pencoblosan, Rabu, 17 April 2019.

“Yang belum menentukan pilihan tinggal sedikit, jadi akan terdistribusi secara rata, kemungkinan besar akan terdistribusi ke satu paslon tapi tergantung referensi pemilih itu sendiri,” kata Redy.

Secara nasional, pasangan nomor satu, Jokowi-Ma’ruf Amin diprediksi masih akan tetap unggul. Namun demikian, kemenangan mereka terbilang tipis, dengan selisih angka 5 hingga 8 persen. Hal tersebut terjadi karena pasangan Prabowo-Sandi terus berupaya meningkatkan elektabilitas mereka melalui  political endorsement dari tokoh-tokoh nasional.

“Pilpres ini sepertinya akan mirip dengan Pilgub Jabar kemarin, jadi political endorsement  sangat berpengaruh. Kira-kira angkanya bisa 46-48 persen, sementara paslon 01, mungkin sekitar 52-44 persen. Jokowi unggul karena mayoritas pendukungnya rasional, dan dari generasi milenial,” ucap Redy.

Sementara itu,  Bima Arya mengatakan, dukungannya terhadap pasangan Joko Widodo-Amin adalah upaya edukasi dan pencerahan untuk milenial di tengah hiruk pikuk Pemilu. Bima pun menampik adanya tawaran jabatan menteri dari Joko Widodo jika nanti kembali terpilih sebagai presiden.

“Mimpi saya yang paling besar adalah menyelesaian persoalan di Bogor, tidak terpikir apapun kecuali membereskan angkot, Pasar Bogor, Pasar Anyar, Stasiun. Saya enggak kepingin jadi menteri,” kata Bima.

Atas sikap politiknya, Bima mengaku siap menerima segala konsekuensinya meskipun harus berseberangan dengan sikap partai. Jika kemudian dipecat dari partai, Bima mengaku belum berpikir untuk pindah ke partai lain.

“Yang ajak ke partai lain banyak, tetapi saya turut mendirikan PAN, jadi tidak pernah sedikit pun keluar dari PAN. Insya Allah saya siap dengan segala risikonya,” ucap Bima.

Lebih lanjut, Bima juga menyebutkan, sejak awal ia sudah tidak setuju  jika PAN mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga pada kontestasi Pilpres 2019. Menurut dia, PAN adalah partai tengah yang menjunjung tinggi keberagaman.

“Semestinya PAN menjatuhkan pilihan kepada Jokowi, bukan yang lain. Pak Zul (Ketum PAN) sudah tahu kalau saya memilih berbeda dengan partai, tetapi karena ketika itu saya aktif sebagai wali kota, saya sampaikan tidak akan terbuka. Tapi sekarang saya warga biasa, dan hanya kader partai yang memilih dengan segala risikonya,” kata Bima.*** 

Bagikan: