Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Musim Kampanye Banyak Pohon yang Rusak 

Nurhandoko
SEJUMLAH aktivis lingkungan yang terdiri dari dari mahasiswa, musisi muda serta kalangan pemuda di tatar galuh Ciamis mengakukan aksi cabut paku di pohon, tidak jauh dari Universitas Galuh Ciamis, Jumat 12 April 2019.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
SEJUMLAH aktivis lingkungan yang terdiri dari dari mahasiswa, musisi muda serta kalangan pemuda di tatar galuh Ciamis mengakukan aksi cabut paku di pohon, tidak jauh dari Universitas Galuh Ciamis, Jumat 12 April 2019.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Hijau Camis menggelar aksi cabut paku di pohon, Jumat 12 April 2019. Massa yang terdiri dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, musisi muda serta kalangan pemuda melakukan kegiatan cabut pohon sebagai bentuk keprihatinan terhadap banyaknya pohon yang rusak akibat dipaku sekadar untuk memasang baliho serta alat peraga kampanye.

Mereka mengawali kegiatan mencabut paku di pohon dari Jalan RE Martadinata sekitar kampus Universitas Galuh Ciamis. Dengan berbekal linggis, tang, ember serta berbagai peralatan lainnya, mereka mendatangi satu per satu pohon yang ada di tempat tersebut. Ketika menemukan paku, mereka langsung  mencabutnya.

Tidak hanya yang kecil paku berukuran besarpun tidak luput dari pengamatan para aktivis.   Tanpa ragu, mereka mencabut paku besar, aku kecil. Ketika mencabut paku berkuruan besar dan berkarat, mereka harus bekerja sama. Ada yang mengait dengan linggis sedangkan lainnya memasang ganjal di bawahnya sehingga paku dapat dilepas.

“Kami tidak hanya mencabut paku di pohon tetapi juga melepas  kawat serta tambang yang melilit batang pohon. Terus terang kondisinya sangat memerihatinkan ,  banyak sekali pohon yang dipaku. Yang memasang  hanya ingin mencari mudahnya memasang baliho,”  ungkap inisiator aksi cabut paku Ciamis, Sopyan Romjani di sela memimpin mencabut paku.

Dia mengatakan pencabutan paku di pohon tersebut tidak hanya dilakukan di Jalan RE Martadinata dekat kasmpus Unigal, akan tetapi juga menyusuri  Jalan Jenderal Soedirman  hinga Jalan Juanda.

“Baru beberapa pohon saja, sudah banyak paku yang dicabut. Tidak hanya yang berkuruan besar, yang kecil pun juga dicabut,” tuturnya.

Sopyan menambahkan gagasan mencabut paku berawal dari keresahan  melihat banyak pohon di tepi jalan yang dimanfaatkan untuk memasang baliho promosi. Mulai dari promosi produk, termasuk baliho partai politik termasuk alat perga kampanye.

“Sebenarnya ada aturan dilarang memasang alat peraga kampanye dengan cara dipaku di pohon, akan tetapi kenyatannya banyak yang mengabaikan. Kampanye selesai, baliho dibiarkan dan pagu juga dibiarkan menancap di pohon,” katanya.

Sementara itu aktivis lainnya Tatang Sutisna mengatakan kegiatan aksi cabut paku dipohon dilakkukan secara sukarela. Bermula dari kesamaan rasa prihatin terhadap banyaknya poku yang menancap di pohon. Padahal pohon merupakan salah satu sumberpenghasil  oksigen. Pelaku yang memaku pohon, lanjutnya tidak menyadari jika pohon juga mahluk hidup yang harus dijaga.

“Saya merasa risih, setap kali melihat pohon untuk memasang alat peraga. Mereka memasang baliho dan sejenisnya dengan mencari cara mudah, dengan dipaku.  Apalagi sejak musim Pemilu, lebih banyak pohon yang eksploitasi untuk memasang alat peraga dengan dipaku,” ujarnya.***

Bagikan: