Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.7 ° C

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata Kesal Fasilitas Negara Dirusak

Tim Pikiran Rakyat
BUPATI Pangandaran Jeje Wiradinata saat meninjau lokasi bakal pembangunan gedung kantor BPN Kab. Pangandaran di dekat lapangan Desa Wonoharjo, Kec Pangandaran, Jumat, 12 April 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
BUPATI Pangandaran Jeje Wiradinata saat meninjau lokasi bakal pembangunan gedung kantor BPN Kab. Pangandaran di dekat lapangan Desa Wonoharjo, Kec Pangandaran, Jumat, 12 April 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengaku kesal akibat ulah seseorang dan akan menindak tegas bagi pelaku yang merusak fasilitas negara. Pasalnya pembongkaran tembok pagar yang dilakukan oleh salah satu warga tersebut tanpa seizin pemerintah daerah.

"Saya minta pelakunya agar pasang kembali pagar temboknya kalau tidak laporkan saja ke polisi. Kami saja kalau mau melakukan penghapus aset perlu ada proses dan mekanismenya. Ini main jebret saja," ucap Jeje pada saat melakukan peninjauan ke lokasi rencana pembangunan kantor Badan Pertanahan Kabupaten Pangandaran di lapangan Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, Jumat, 12 April 2019.

Jeje mengaku kesal dengan ulah orang yang tidak bertanggung jawab dan melakukan tindakan pengrusakan tembok pagar yang berada di kawasan gedung Tourism Information Centre (TIC) Pangandaran Desa Pangandaran.

Soal peninjauannya ke lokasi rencana pembangunan kantor BPN Kab Pangandaran, Jeje mengatakan, berbicara soal site plan di kawasan Grand Pangandaran, kepala desa dan BPN melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Sekarang kita ingin melihat lokasi untuk kantor BPN dimana, nanti gedung Polres dimana dan lapangan nanti bagaimana," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi.

Ternyata untuk lokasi rencana pembangunan Polres di Pangandaran, menurut Jeje, ada bangunan situs Mbah Bungkus sehingga harus dibangun dengan bagus.

"Tempat situs itu gak mungkin kita bongkar, jadi kita bangun yang presentatif dan disesuaikan dengan bangunan Polres," ujarnya.

Jeje merinci ada beberapa fasilitas di kawasan Grand Pangandaran yang dibangun seperti gedung Polres dan kantor BPN. Selain itu, juga dilengkapi dengan bangunan gedung-gedung lainnya seperti gedung ruko, vila dan fasilitas lainnya.

Sementara Direktur Grand Pangandaran, Alif Joko Surajianto mengatakan, bahwa PMB Grand Pangandaran telah menghibahkan sejumlah lahan ke pemerintah daerah untuk pembangunan Polres 5 hektare, kantor BPN 0,5 hektare, fasilitas umum berupa lapangan Merdeka seluas 1,3 hektare, dan 5 hektare untuk pembangunan Embung Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Prosesnya kita hibahkan dulu lahannya ke pemerintah daerah lalu pemerintah daerah menyerahkan ke Polres, BPN dan KKP," ujarnya.

Terkait lokasi lapangan Desa Wonoharjo yang terkena dampak akses jalan dari jalan raya menuju kantor BPN menurut Alif akan ada penambahan lahan dan penggeseran lapangan.

"Nanti kan ada akses jalan menuju kantor BPN dengan lebar 6 meter ditambah 2 meter untuk trotoar kiri dan kanan jadi totalnya butuh 8 meter untuk akses jalan," ucapnya.***

Bagikan: