Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Usai Konsumsi Permen, 20 Murid Mual dan Muntah

Tim Pikiran Rakyat
SEJUMLAH murid SD Cimanggu Girang, kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka tengah menjalani massa observasi di Puskesams setelah mereka mengalami mual dan muntah diduga akibat keracunan permen, Kamis 11 April 2019.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
SEJUMLAH murid SD Cimanggu Girang, kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka tengah menjalani massa observasi di Puskesams setelah mereka mengalami mual dan muntah diduga akibat keracunan permen, Kamis 11 April 2019.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Sejumlah murid SD Cimanggu Girang, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka mengalami keracunan diduga berasal dari permen yang dikonsumsinya yang mereka beli dari pedagang keliling yang datang ke sekolah mereka, Kamis 11 April 2019.

Wartawan Kabar Cirebon, Tati Purnawati melaporkan, tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut, merekapun langsung dipulangkan setelah menjalani pengobatan dan masa observasi. Sebanyak 12 murid di antaranya dilakukan observasi lebih serius.

Dari kasus tersebut kepolisian Sektor Cikijing telah mengamankan barang bukti empat jenis permen yang diduga dikonsumsi para murid serta kini tengah melakukan pencarian terhadap pedagang permen yang diduga baru berjualan ke sekolah tersebut.

Menurut keterangan Kapolsek Cingambul Ajun Komisaris Udin Saefudin, jumlah murid yang mengalami keracunan diperkirakan ada 20 orang. Namun sebanyak 8 orang di antaranya tidak sampai mengalami muntah-muntah seperti murid lainnya.

Kasus tersebut berawal ketika semua murid menjalani istrirahat sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Saat istirahat tersebut mereka membeli permen seharga Rp 500 per buah dari pedagang keliling yang menggunakan sepeda motor.

Setelah 1,5 jam mengkonsumsi permen saat berada di dalam kelas, atau sekitar pukul 11.30 WIB, murid-murid yang tengah belajar mengalami mual-mual dan sebagian muntah. Guru yang tengah mengajar pun kaget dan langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek serta membawa korban ke Puskesmas.

“Mereka kami bawa ke Puskesmas, di sana dilakukan pengobatan. Serta diberikan susu murni untuk menetralisir racun. Bersyukur tidak ada yang menjalani perawatan, mereka semua bisa dipulangkan,” ungkap Udin.

Udin mengatakan pihaknya kini telah mengamankan barang bukti yang diduga meracuni para murid tersebut. Selain itu tengah melakukan pencarian terhadap pedagang untuk dimintai keterangannya.

Disampaikan Udin, permen yang dikonsumsi anak-anak tesrebut adalah permen dengan merek terkenal, kemasan juga bagus. Hanya yang mencurigakan adalah bagian dalam permen warnanya berbeda dengan permen merek terkenal tersebut. Selain itu rasa permen menurut pengakuan anak-anak sedikit berasa pahit.

“Ini harus dilakukan uji labolatorum, apakah permen ini asli atau palsu, atau kemungkinan sudah kedaluarsa. Namun harganya memang murah hanya Rp 500 per butir,” ungkap Udin.

Sementara itu Leni, Bila, Azhar serta Azwa mengaku membeli permen bersama dengan teman-temannya yang lain dari pedagang keliling yang menggunakan sepeda motor. Pedagangnya perempuan dan baru kali ini datang berjualan.

Karena harga harga murah mereka membeli banyak, ada yang membeli empat, lima ada juga yang hanya membeli dua.

Merekapun langsung memakan permen tersebut, hanya kata mereka rasa permennya sedikit berasa pahit. Meski pahit permen tetap terus dikonsumsi hingga habis. Setelah itu mereka baru merasakan pusing dan mual hingga muntah.***

Bagikan: