Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Langit umumnya cerah, 16.8 ° C

Jokowi Tepis Fitnah Ada Puluhan Juta TKA di Indonesia

Muhammad Ashari
CALON Presiden Joko Widodo berorasi di Gedung Bazul Asyhab, Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis, 11 April 2019.*/MUHAMMAD ASHARI/PR
CALON Presiden Joko Widodo berorasi di Gedung Bazul Asyhab, Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis, 11 April 2019.*/MUHAMMAD ASHARI/PR

PALABUHAN RATU, (PR).- Isu mengenai puluhan juta tenaga kerja asing (TKA) bekerja di Indonesia dianggap sebagai fitnah yang meresahkan oleh calon Presiden Joko Widodo. Menurut dia, TKA di Indonesia sangat kecil jumlahnya bila dibandingkan dengan keseluruhan penduduk yang ada.

Menurut dia, jumlah TKA di Indonesia bahkan tidak sampai 1%. Jumlah TKA disebutkannya 80.000 orang atau setara 0,03%. “Lha ko isunya ada jutaan? Tidak ada TKA di Indonesia jumlahnya jutaan. Yang ada TKA di Indonesia, saya ngomong apa adanya, 80 ribu. Bandingkan dengan penduduk kita yang jumlahnya 269 juta,” katanya ketika berkampanye di area PLUT Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis, 11 April 2019.

Bila dibandingkan negara lain, kata dia, jumlah TKA Indonesia diklaimnya sebagai yang paling sedikit jumlahnya. Di Uni Emirat Arab, persentase TKA dikatakannya mencapai 80%. Sementara, di Arab Saudi mencapai 33% dan Malaysia 5%. 

“Dimana TKA jutaan? Fitnah-fitnah seperti ini sangat meresahkan dan ini harus diluruskan. Kita harus berani melawan,” katanya kepada peserta kampanye saat itu.

 

Berkampanye di lokasi bandara

Jokowi melakukan kampanye di dalam ruangan di Gedung Bazul Asyhab, Cikembar. Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Maruf untuk wilayah Sukabumi, Muhammad Agus Mulyadi, mengatakan, pelaksanaan kampanye sengaja ditempatkan di kawasan Pusat Layanan Usaha Terpadu Cikembar karena di sana.

Agus menuturkan, bandara itu merupakan salah satu mimpi besar Sukabumi selama ini. “Sengaja kami tempatkan acara kampanye di Cikembar karena di seberang (gedung) ada mimpi besar. Bapak Jokowi sudah mencanangkan bandara di Sukabumi,” tuturnya.

Selain itu, Agus juga mengungkapkan keinginan pemekaran Sukabumi Utara yang telah ada selama ini. Jokowi diharapkannya bisa memperhatikan aspirasi tersebut.
Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding, mengatakan, Jokowi sebenarnya tidak dijadwalkan berkampanye di wilayah Sukabumi. Akan tetapi, di tengah keterbatasan waktu kampanye, Jokowi meminta supaya TKN tetap menyediakan waktu baginya supaya bisa berkampanye di Sukabumi.

“Ini artinya apa? Itu artinya Pak Jokowi memiliki perhatian khusus, cinta yang khusus, hati yang khusus, kepada masyarakat Sukabumi. Beliau bersemangat kemari. Baru kemarin di Probolinggo, lalu meluncur dari Bogor ke Sukabumi,” tuturnya kepada para peserta kampanye.***

Bagikan: