Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.5 ° C

Wisatawan Asal Bandung Hilang di Pantai Karangpapak

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI tewas tenggelam.*/DOK. PRFMNEWS
ILUSTRASI tewas tenggelam.*/DOK. PRFMNEWS

GARUT, (PR).- Nasib nahas menimpa seorang pemuda asal Bandung yang tengah berwisata di Pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Ia tenggelam dan terseret ombak saat tengah berenang bersama sejumlah rekannya, Rabu 10 April 2019.

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasatpolairud) Polres Garut AKP Tri Andri membenarkan adanya seorang wisatawan yang hilang setelah terseret ombak di kawasan Pantai Karangpapak. Hingga Rabu malam, jasad korban masih belum berhasil ditemukan meski pencarian telah dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur.

Dikatakannya, dari data yang didapatkannya, korban atasnama Asep Rohendi (19), warga Kampung Ciputri, Kecamatan Cimindi, Kota Cimahi. Bersama enam temannya, korban sengaja datang ke Pantai Karangpapak dengan tujuan berwisata. Pada Rabu pagi, mereka berenang di Pantai Karangpapak.

"Saat berenang itulah tiba-tiba ada gelombang besar yang muncul dan langsung menyeret korban beserta enam rekannya," ujar Tri.

Keenam rekan korban, tuturnya, masih bisa menyelamatkan diri dari gulungan ombak. Namun nahas, korban terus terseret ke bagian tengah hingga akhirnya tenggelam dan hilang.

Menurut Tri, rekan-rekan korban langsung memberitahukan hal itu kepada warga yang ada di sekitar yang juga kemudian melaporkan hal itu ke petugas. Pihaknya kemudian meminta bantuan dari basarnas Bandung untuk melakukan upaya pencarian korban.

"Sambil menunggu kedatangan tim dari Basarnas, pencarianpun langsung dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur yang terdiri dari Polri, TNI, nelayan, serta masyarakat. Kemudian ke lokasi datang juga tim dari basarnas yang juga langsung membantu upaya pencarian," katanya.

Tri menyebutkan, hingga Rabu malam, upaya pencarian tersebut belum membuahkan hasil. Dengan berbagai pertimbangan, untuk sementara upaya pencarian pada hari pertama dihentikan. Selain gelap, kondisi cuaca yang tidak berdahabat juga dikhawatirkan bisa membahayakan tim apabila pencarian dipaksakan diteruskan pada malam hari.

Disampaikannya, upaya pencarian pada hari pertama dilakukan dengan cara melakukan penyisiran di sekitar kawasan pantai bahkan sampai ke tengah laut. Rencananya, upaya pencarian akan dilanjutkan kembali pada Kamis pagi dengan harapan korban bisa segera ditemukan.

Koordinator Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung atau Basarnas, Joshua Banjarnahor mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan tim ke Pantaikarangpapak garut guna membantu upaya pencarian korban. Diduga korban tenggelam dan terseret ombak saat berenang karena tak bisa berenang.

"Upaya pencarian telah dilakukan dengan menyusuri pantai dari mulai lokasi awal korban hilang ke arah barat dan timur pantai. Penyisiran darat ke arah barat sejauh 1 kilometer, penyisiran darat ke arah timur sejauh 1 kilometer akan tetapi korban belum berhasil ditemukan," ucap Joshua kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Joshua mengimbau masyarakat khususnya wisatawan yang berkunjung ke pantai untuk tetap hati-hati dan selalu waspada terhadap ancaman kecelakaan laut seperti terbawa arus ombak yang sewaktu-waktu datang.

Musim hujan saat ini, kata Joshua, sebaiknya menghindari daerah sekitar sungai termasuk kawasan pantai yang sudah dinyatakan berbahaya untuk berenang.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya di pantai maupun di sungai. Kondisi cuaca saat ini patut diwaspadai sehingga lebih baik menghindari aktivitas di pantai atau sungai," katanya.***

Bagikan: