Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian berawan, 17.4 ° C

Hampir Setiap Hujan, Jalan KHZ Mustofa Kota Tasikmalaya Jadi Sungai

Bambang Arifianto
ANAK-ANAK berenang saat banjir menggenangi Jalan Kyai Haji Zaenal Mustofa, Kota Tasikmalaya, Kamis 11 April 2019. Hampir setiap hujan turun, ruas jalan tersebut berubah menjadi sungai.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
ANAK-ANAK berenang saat banjir menggenangi Jalan Kyai Haji Zaenal Mustofa, Kota Tasikmalaya, Kamis 11 April 2019. Hampir setiap hujan turun, ruas jalan tersebut berubah menjadi sungai.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

TASIKMALAYA, (PR).- Hujan yang mengguyur Kota Tasikmalaya membuat ruas Jalan Kyai Haji Zaenal Mustofa tergenang banjir. Warga lantas mempertanyakan kinerja Pemerintah Kota Tasikmalaya yang tak kunjung mampu menyelesaikan persoalan banjir rutin tersebut.

Genangan air terlihat di wilayah Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kamis 11 April 2019. Titik banjir berada di dekat deretan pertokoan dan Mal Asia Plaza. Hujan memang mengguyur kawasan tersebut pada sore hari.

Sejumlah kendaraan tetap menembus genangan air yang ketinggianya mencapai trotoar jalan. Sementara itu, beberapa bocah justru bersuka cita dengan bermain-main di area banjir. Mereka berenang-renang serta saling mencipratkan air kepada teman-temannya. Banjir di Jalan KHZ Mustofa menjadi permasalah akut yang terus terjadi nyaris setiap hujan turun.

Dede Rahmat (52), penjual mi bakso di tepi jalan tersebut tak habis pikir dengan kondisi itu. Apalagi, drainase atau gorong-gorong jalan terbilang baru diperbaiki. "Baru diperbaiki (tetapi) malah makin banjir," ucap Dede, Kamis sore.

ANAK-ANAK berenang saat banjir menggenangi Jalan Kyai Haji Zaenal Mustofa, Kota Tasikmalaya, Kamis 11 April 2019. Hampir setiap hujan turun, ruas jalan tersebut berubah menjadi sungai.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Menurut dia, gorong-gorong di dekat tempatnya berjualan baru diperbaiki sekira setahun lalu. Sementara gorong-gorong di sebelahnya baru sekira 6-7 bulan diperbaiki.

Ia menilai, penyebab banjir adalah karena drainase tak sanggup menampung air hujan. Selain itu, saluran air di Jalan KHZ Mustofa dari Jalan SL Tobing malah dibelokkan ke selokan kecil di Kelurahan Kahuripan. Saluran air itu berbelok dan melintang di badan Jalan KHZ Mustofa. Air hujan yang tak tertampung di drainase lalu meluap ke badan jalan.

Bila hujan sangat deras, ketinggian banjir bisa mencapai lebih dari setengah meter atau menyentuh area pertokoan yang letaknya lebih tinggi dari trotoar dan jalan. Dampaknya, banjir diirasakan betul para pedagang dan pemilik toko.

Banjir juga mengancam keselamatan pengemudi. Genangan air berpotensi menggerus aspal dan menciptakan lubang jalan. Jika tertutup air, lubang-lubang tersebut tak terlihat dan bisa terlindas sepeda motor yang berakibat kecelakaan.

ANAK-ANAK berenang saat banjir menggenangi Jalan Kyai Haji Zaenal Mustofa, Kota Tasikmalaya, Kamis 11 April 2019. Hampir setiap hujan turun, ruas jalan tersebut berubah menjadi sungai.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Kadang-kadang, kata Dede, sejumlah kendaraan mengalami mati mesin setelah menerobos genangan air.

Ia pun mempertanyakan kinerja Pemkot Tasikmalaya dalam menangani persoalan tersebut. Selain menyoroti proyek perbaikan gorong-gorong yang tak berdampak pencegahan banjir, Dede meminta Pemkot tasikmalaya segera memperbaikinya.

Warga jengkel

Pernyataan serupa diungkapkan warga lainnya, Ansah (54). Warga asal Tamansari, Kota Tasikmalaya tersebut memiliki usaha bengkel servis kopling mobil di KHZ Mustofa. Ia jengkel dengan banjir yang terus berulang di tempat usahanya.

Ansah menyoroti proyek perbaikan gorong-gorong Pemkot Tasikmalaya yang tak berpengaruh mengatasi banjir. "Disebut proyek gagal juga bisa," ucapnya.

Saat ini, tutur Ansah, banjir bisa terjadi kendati hujan yang turun kecil. "Kalau hujan deras, ketinggian genangan air mencapai toko," ujarnya.

Sebagaimana Dede, Ansah menilai penyebab genangan air karena pembelokan saluran air KHZ Mustofa. Selokan kecil di kawasan Jalan Sumelap, Kelurahan Kahuripan menjadi lokasi pertemuan aliran air drainase KHZ Mustofa dari Asia Plaza dan Jalan SL Tobing.

Air yang tak tak tertampung tersebut meluap ke badan jalan. Jalan KHZ Mustofa yang merupakan salah satu pusat keramaian dan ekonomi Kota Tasikmalaya berubah seperti sungai.

Ansah turut mempertanyakan belum adanya penanganan dan perbaikan serius yang dilakukan Pemkot tasikmalaya.

Pada Kamis sore, genangan air mulai surut. Sejumlah petugas BPBD Kota Tasikmalaya terlihat datang memeriksa lokasi genangan air.  Titik banjir bukan hanya terlihat di KHZ Mustofa. Kondisi serupa terjadi di SL Tobing hingga kawasan Mangkubumi. Genangan air di sana cukup merepotkan pengendara yang harus ekstra hati-hati melintasinya.***

Bagikan: