Pikiran Rakyat
USD Jual 14.616,00 Beli 14.316,00 | Cerah berawan, 29 ° C

Selama 17 Tahun Bendungan Meunteu tak Berfungsi

Tim Pikiran Rakyat
WAKIL Bupati Garut, Helmi Budiman,  melakukan peninjaun ke lokasi saluran irigasi Bendungan Meunteu di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
WAKIL Bupati Garut, Helmi Budiman, melakukan peninjaun ke lokasi saluran irigasi Bendungan Meunteu di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Ketika musim kemarau, sejumlah daerah di Kabupaten Garut seringkali dilanda kekeringan parah. Akibatnya banyak warga yang mengalami kesulitan baik untuk pemenuhan kebutuihan air untuk pertanian maupun pemenuhan kebutuhan air untuk sehari-hari.

Sebagai upaya menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian, Pemkab Garut terus melakukan berbagai upaya di antaranya dengan cara membangun saluran irigasi dan bendungan. Tidak hanya membangun saluran irigasi dan bendungan baru, pemkab juga mendata dan meninjau saluran irigasi dan bendungan yang sudah ada akan tetapi tidak berfungsi karena berbagai sebab.

Seperti halnya yang dilakukan Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Selasa 9 April 2019. Ia melakukan peninjaun ke lokasi saluran irigasi Bendungan Meunteu yang berlokasi di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan.

Bendungan Menuteu ini sejak 17 tahun terakhir sudah tak berfungsi lagi dikarenakan berbagai faktor. Salah satunya akibat terjadinya bencana alam longsor 17 tahun lalu akibat letusan Gunung Papandayan yang menyebabkan bendungan ini tergerus hingga tak lagi berfungsi. 

"Informasi yang kami terima, bendungan ini sudah selama 17 tahun tak berfungsi akibat gerusan bencana longsor yang terjadi di daerah ini saat Gunung Papandayan meletus. Padahal air dari bendungan ini sangat dibutuhkan oleh warga di empat desa yang ada di wilayah Kecamatan Cisurupan yakni Desa Tambakbaya, Sirnajaya, Balewangi, dan Kertawangi," ujar Helmi.

Sebelumnya, tutur Helmi, air dari Bendungan Meunteu ini bisa memenuhi kebutuhan untuk mengairi ratusan bahkan ribuan hektare areal pertanian terutama sawah yang tersebar di empat desa tersebut. Namun sekitar 17 tahun lalu, di daerah tersebut terjadi bencana longsor yang menyebakan saluran air ke bendungan tersebut tertutup material longsoran dan akibatnya bendungan jadi kering.

Guna mendukung peningkatan produksi dari sektor pertanian, tutur Helmi, Pemkab Garut akan membangun ratusan saluran irigasi hingga tahun 2020 mendatang. Saluran irigasi Bendungan Meunteu menurutnya merupakan salah satu dari saluran irigasi yang akan dibangun.

"Dengan dibangunnya atau difungsikannya kembali saluran irigasi Bendungan Meunteu ini, diharapkan lahan gambut yang banyak terdapat di wilayah Kecamatan Cisurupan ini akan bisa dimanfaatkan menjadi lahan produkstif yang bisa digunakan untuk bercocok tanam. Ini tentu akan berdampak terhadap peningkatan hasil produksi pertanian kita, sejalan dengan upaya khusus untuk mencapai swasembada pangan," katanya kepada wartawan Kabar Priangan Aep Hendy.
  
Namun demikian Helmi menerangkan, pembangunan saluran irigasi Bendungan Meunteu ini tentu tidak akan bisa dilaksanakan secara sekaligus akan tetapi harus bertahap. Hal ini mengingat keterbatasan anggaran yang ada serta banyaknya saluran irigasi yang harus dibangun oleh Pemkab Garut.

Dikatakannya, ratusan saluran irigasi yang akan dibangun nantinya diupayakan dilakukan secara merata di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Garut. Namun dari ratusan saluran irigasi tersebut, tentu akan ada skala prioritas termasuk saluran irigasi Bendungan Meunteu yang menurutnya sangat epektif untuk mendukung upaya peningkatan produksi pertanian sejalan dengan upaya khusus untuk mencapai swasembada pangan di Garut.*** 

Bagikan: