Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 28 ° C

Disdik Kota Bekasi Masih Kaji Pembukaan 10 SMP Baru

Riesty Yusnilaningsih
ILUSTRASI siswa SMP.*/REUTERS
ILUSTRASI siswa SMP.*/REUTERS

BEKASI, (PR).- Pembukaan sepuluh unit SMP negeri baru masih dalam tahap kajian Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Keputusan akhir akan rencana tersebut ada di tangan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Demikian disampaikan Kepala Disdik Kota Bekasi Ali Fauzie ketika dimintai konfirmasinya terkait penolakan Badan Musyawarah Perguruan Swasta Kota Bekasi pada rencana pembukaan SMP negeri baru.

"Hingga kini masih dalam tahap pengkajian, belum final akan dibuka untuk tahun ajaran baru 2019/2020," ucap Ali ketika dihubungi Rabu, 10 April 2019.

Ali mengatakan, pengkajian rencana pembukaan SMP negeri muncul karena tingginya permintaan warga akan penambahan SMP negeri yang saat ini jumlahnya baru ada 49 unit. Perihal pemanfaatan gedung eks SD negeri yang dimerger untuk dijadikan SMP negeri juga merupakan usulan warga.

Ali mencontohkan, usulan penggunaan gedung eks SD negeri itu disampaikan warga yang bertempat tinggal di belakang Markas Polrestra Bekasi Kota, Kecamatan Bekasi Selatan. Bangunan SD negeri yang tak lagi digunakan, diminta warga untuk diperuntukan menjadi gedung SMP negeri. Dengan demikian, gedung tak lagi terbengkalai dan warga pun mendapatkan pilihan SMP negeri yang bisa dituju anak-anaknya.

"Usulan warga tentunya tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, kami lakukan pengkajian lebih lanjut sebelum memutuskan mengikuti keinginan warga. Sebab membuka unit SMP negeri baru tentunya tidak bisa begitu saja, ada proses-proses yang harus dijalani," katanya.

Proses dimaksud, antara lain memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukungnya. Kalaupun ada gedungnya, tapi kesesuaiannya untuk dipergunakan untuk keperluan pembelajaran tingkat SMP, tentunya perlu dikaji juga lebih lanjut.

"Lalu begitu kajian sudah lengkap, putusan akhir bukan berada di tangan Disdik, tapi kepala daerah, dalam hal ini wali kota. Sebab pembukaan SMP negeri baru berkaitan pula dengan kesiapan anggaran, tenaga pendidik, sarana prasarana, dan banyak hal lainnya," kata Ali.

Lebih lanjut Ali mengatakan, minat warga menyekolahkan anaknya di sekolah negeri memang masih tinggi. Ini berkenaan dengan keunggulan sekolah negeri yang menawarkan biaya pendidikan gratis.

"Padahal untuk siswa di sekolah swasta pun, Pemkot Bekasi telah memberikan subsidi sebesar Rp 15.000/siswa/bulan selama setahun," katanya.

Ali pun mengimbau kepada BMPS untuk mengurungkan rencananya turun ke jalan pada Kamis, 11 April 2019 karena apa yang mereka khawatirkan belum tentu terjadi "Maka dari itu, baiknya BMPS hadir saat kami undang sosialisasi agar mendapatkan informasi yang utuh," katanya.***

Bagikan: