Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Langit umumnya cerah, 19.6 ° C

Sekolah Terendam Banjir, Ratusan Siswa di Indramayu Batal Ikuti USBN

Gelar Gandarasa
GURU SMPN 3 Sindang berjalan di genangan air sekolahnya, Selasa 9 April 2019.*/GELAR GANDARASA/PR
GURU SMPN 3 Sindang berjalan di genangan air sekolahnya, Selasa 9 April 2019.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Banjir akibat luapan Sungai Cimanuk tak hanya berdampak pada permukiman warga. Banjir sudah menggenangi sejumlah sekolah di Kabupaten Indramayu. Akibatnya ratusan siswa sekolah menengah pertama batal mengikuti ujian sekolah berstandar nasional (USBN).

Rata-rata ruangan kelas terendam air sekitar 20 sentimeter. Di bagian pekarangan sekolah ketinggian banjir bisa lebih dari 20 sentimeter. Terendamnya sekolah terjadi sejak pagi hari. Air mulai meninggi semenjak dari malam hari. Ada sekolah yang tetap beroperasi dan ada juga yang libur. 

Di sekolah yang tetap masuk, siswa  harus melepas sepatu mereka karena takut kebasahan. Kondisi itu membuat siswa tidak nyaman menjalankan kegiatan di sekolah. Betapa tidak, mereka harus mengerjakan soal di tengah genangan air. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Ali Hasan menuturkan, ada sekolah yang tetap melanjutkan ujian dan ada juga yang menundanya. Hal itu tak masalah karena Dinas Pendidikan Indramayu mengizinkan sekolah yang kebanjiran untuk meliburkan siswanya demi keselamatan anak didik. Terlebih air begitu cepat menggenangi sekolah-sekolah.

Contohnya saja di SMPN 1 Indramayu yang harus tergenang air. Akibatnya kegiatan siswa di sekolah pun harus terhenti dengan adanya banjir tersebut. Kondisi yang tak memungkinkan membuat siswa harus diliburkan sehingga USBN mesti ditunda. USBN akan dilaksanakan saat kondisi banjir sudah mereda. “USBN susulan akan diselenggarakan pada Sabtu 13 April,” kata Ali, Selasa 9 April 2019.

SISWA SMPN 3 Sindang berjalan di genangan air sekolahnya, Selasa 9 April 2019.*/GELAR GANDARASA/PR

Selain di SMPN 1 Indramayu, banjir juga terjadi di SMPN 3 Sindang. Namun pihak sekolah tetap memutuskan ujian tetap dilangsungkan karena kondisi yang memungkinkan. Wakil Kepala Sekolah SMPN 3 Sindang, Gaib mengatakan bahwa pada pagi hari air hanya menggenangi pekarangan sekolah. Namun lama kelamaan ruangan kelas pun ikut tergenang oleh air. 

“Siswa tidak kami liburkan, Hanya siswa kelas VII dan VIII yang diliburkan karena ruangan kelasnya dipakai,” ungkapnya. Dia menambahkan, ada 253 siswa yang tengah mengikuti ujian di tengah genangan air. Ujian berlangsung mulai dari Senin kemarin dan akan berakhir pada Sabtu.

Tak hanya merendam sekolah menengah pertama, sejumlah sekolah dasar ikut kebanjiran. Siswa di SDN Kepandean 1 mesti libur karena ruang kelasnya tergenang air. Untungnya sejauh ini belum ada laporan banjir merusak bangunan sekolah. Sebelum air menggenangi ruangan, petugas sekolah keburu menyelamatkan barang elektronik ke tempat yang lebih aman.

Sejak kemarin Senin, debet air Sungai Cimanuk terpantau tinggi. Akibatnya air pun meluap menggenangi 5 kecamatan di Kabupaten Indramayu. Lima kecamatan itu antara lain Indramayu, Pasekan, Cantigi, Lohbener, dan Sindang. Meningginya debit dikarenakan gelontoran air dari arah Bendung Rentang di Majalengka. Pemerintah daerah terus berupaya menanggulangi banjir di Indramayu. Posko bagi masyarakat pun telah didirikan.***

Bagikan: