Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah berawan, 17.5 ° C

Pemkot Bekasi Akan Buka 10 SMPN Baru, SMP Swasta Protes

Riesty Yusnilaningsih
AUDIENSI para perwakilan sekolah-sekolah swasta di Kota Bekasi untuk protes rencana pendirian 10 SMPN baru.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
AUDIENSI para perwakilan sekolah-sekolah swasta di Kota Bekasi untuk protes rencana pendirian 10 SMPN baru.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Badan Musyawarah Perguruan Swasta Kota Bekasi memprotes rencana Pemerintah Kota Bekasi membuka 10 unit SMPN baru mulai tahun ajaran 2019/2020. Para penyelenggara sekolah swasta khawatir kian tak mendapat murid karena tersedot semua oleh SMPN.

Kekhawatiran tersebut disampaikan para pengurus BMPS Kota Bekasi saat beraudiensi dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Selasa 9 April 2019.

Sekretaris BMPS Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly mengatakan bahwa informasi seputar rencana pembukaan 10 SMPN baru tersebut diketahui karena Dinas Pendidikan Kota Bekasi sudah gencar mensosialisasikannya ke kelurahan, kecamatan, juga instansi-instansi. "Dalam sosialisasi, disampaikan bahwa unit SMPN baru itu akan bertempat di eks gedung SDN yang dimerger," ucap Ayung.

Menurut Ayung, rencana Disdik tersebut memperlihatkan bentuk ketidakpedulian Pemkot Bekasi kepada sekolah swasta. Sebab pada kenyataannya, sekolah-sekolah swasta sendiri masih banyak yang kekurangan murid karena tiap kali penerimaan peserta didik baru, minat calon siswa lebih besar untuk bersekolah di negeri. "Per subrayon, ada 100 ruang kelas yang kekurangan murid. Sementara di Kota Bekasi ada lima subrayon," katanya.

Ayung pun menyampaikan data bahwa pada tahun ajaran ini, sebanyak 49 SMPN di Kota Bekasi memiliki total 15.853 siswa. Jumlah siswa tak jauh berbeda dimiliki SMP swasta, yakni 15.833 siswa, tapi tersebar di 227 SMP swasta. "Dari data itu saja terlihat ketimpangannya, apalagi kalau jadi ada tambahan 10 SMPN baru, bisa kian jomplang," ucapnya.

Ayung mengusulkan, agar rencana tersebut urung direalisasikan. Kalaupun tetap ingin melanjutkannya, akan lebih baik jika sekolah swasta ikut dilibatkan. "Ruang kelas di SMP swasta banyak, masih cukup menampung siswa. Nanti Pemkot Bekasi tinggal menyiapkan biaya operasionalnya saja," katanya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Daddy Kusradi yang menerima perwakilan BMPS mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut. "Kami upayakan untuk menyampaikan hal ini ke Dinas Pendidikan Kota Bekasi juga Wali Kota Bekasi, mudah-mudahan ada titik temu agar rencana BMPS turun ke jalan urung terlaksana," katanya.***

Bagikan: