Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 18.2 ° C

Dua Bongkah Batu Besar Ancam Puluhan Rumah Penduduk

Nuryaman
PERSONEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan disertai warga mengecek posisi dua bongkah batu besar tergusur longsor di Bukit Lumbung, Dsun Ciawitali, Desa Cimenga, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan yang mengancam puluhan rumah penduduk dusun tersebut, Senin 8 April 2019.*/BPBD KUNINGAN
PERSONEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan disertai warga mengecek posisi dua bongkah batu besar tergusur longsor di Bukit Lumbung, Dsun Ciawitali, Desa Cimenga, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan yang mengancam puluhan rumah penduduk dusun tersebut, Senin 8 April 2019.*/BPBD KUNINGAN

KUNINGAN, (PR).- Dua bongkah batu besar berdiamter sekitar 2 hingga lebih dari 3 meter di lereng Bukit Lumbung, Dusun Ciawitali, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan,  terbawa longsor  mengancam puluhan rumah penduduk di dusun tersebut. Keterangan diperleh “PR” Online dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, Senin 8 April 2019 longsor lereng bukit di atas permukiman warga dusun tersebut, membawa material batu besar.

Sejumlah anggota Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana di BPBD Kuningan, menyebutkan longsor di lereng bukit itu terukur menggusur area sepanjang lebih  kurang 100 meter, lebar sekitar 75 meter. Bidang longsor itu berada di atas permukiman warga RT 11 dan12, RW 2 relatif padat perumahan penduduk pada umpakan-umpakan lahan berkontur miring.

Masih beruntung,  material longsor berikut dua bongkah batu besar tergusur turun di saat longsor itu terjadi tidak sampai turun menerjang permukiman warga. Namun tumpukan material longsor berikut dua bongkah batu besar itu masih berpotensi dan dikhawatirkan warga setempat tiba-tiba bergerak turun menerjang permukiman penduduk. 

“Posisi dua batu besar terbawa longsor di lereng bukit itu sekarang berada di ujung bawah area longsor berjarak kurang dari 100 metar dari rumah terdekat di bawahnya,” ujar Avo Juhartono, salah satu anggota Pusdalops PB BPBD Kuningan yang turut mengecek dan membuat pemetaan awal terhadap titik longsor dan area permukiman penduduk terancam bahaya jika material longsor berikut batu besar itu berlanjut turun menerjang permukiman.

Dimintai tanggapan mengenai ancaman bencana longsor di dusun tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin, menyebutkan, dirnya melalui Kepala Desa Cimenga telah menyarankan kepada warga yang bermukim di bawah area longsor itu untuk mengungsi sementara ke rumah-rumah warga lainnya yang dinilai aman dari ancaman bencana longsor tersebut. “Paling tidak di saat-saat turun hujan dan beberapa saat setelahnya, kami sarankan sebaiknya mengungsi dulu,” ujar Agus  Mauludin.

Agus Mauludin lebih lanjut menyebutkan, untuk mengurangi risiko ancaman bencana longsor tersebut, dua bongkah batu besar di titik longsor itu akan dipecah-pecah  supaya tidak sampai menggelinding turun menerjang permukiman warga. “Tadi sudah saya bicarakan dengan Kepala Desa Cimenga, pemecahan batu besar di titik longsor itu rencananya akan dimulai besok melibatkan gotong-royong warga setempat,” ujar Agus Mauludin.

Hasil pemetaan sementara Pusdalops BPBD Kuningan, jumlah rumah terancam terkenan terjangan material longsor di RT 11 dan 12 jika longsor itu berkembang, terhitung ada 33 unit rumah. Bahkan puluhan  rumah di antaranya sejak longsor itu terjadi hingga Senin 8 April 2019 sudah ditinggal mengungsi sementara para penghuninya. 

Selain itu, dalam waktu bersamaan di lingkungan permukiman warga dusun tersebut juga terjadi longsor skala kecil di dua titik terpisah. Satu titik di lingkungan RT 08 RW 2,mengancam 6 unit rumah, dan satu tuik lagi di RT 04 RW 2. Namun, semuanya tidak sampai menelan korban jiwa. Kecuali material longsor dari satu titk  di antaranya sempat menerjang dan menjebol dinding kamar mandi satu rumah penduduk.***

Bagikan: