Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 19.4 ° C

Menjelang Kemarau, Apa Saja yang Perlu Diketahui di Zona Musim 90?

Agus Ibnudin
SEJUMLAH petani tengah menyiangi tanaman padi di salah satu area sawah di kawasan Cisoka Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka. Petani harus waspada menjelang musim kemarau, walau masih ada hujan.*/AGUS IBNUDIN/PR
SEJUMLAH petani tengah menyiangi tanaman padi di salah satu area sawah di kawasan Cisoka Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka. Petani harus waspada menjelang musim kemarau, walau masih ada hujan.*/AGUS IBNUDIN/PR

MAJALENGKA, (PR).- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, awal musim kemarau 2019 di sejumlah wilayah di  Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan akan berlangsung mulai April dasarian II-Mei dasarian I. Wilayah-wilayah itu termasuk dalam zona musim 90.

“Iya, ada di zona musim yang sama,” ujar Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Jatiwangi Ahmad Faa Iziyn kepada “PR”, Sabtu 6 April 2019.

Di zona musim 90 ini, kata dia, meliputi delapan wilayah di Kabupaten Majalengka, yaitu Maja Selatan, Cikijing, Bantarujeg, Lemahsugih, Talaga, Banjaran, Cingambul, dan Malausma. Juga, sembilan wilayah di Kabupaten Kuningan, yaitu Darma, Kuningan Kota, Garawangi, Hantara, Maleber, Ciniru, Ciwaru, Selajambe, dan Cilebak.

Wilayah lainnya di Kabupaten Kuningan, yaitu Cigandamekar dan Japara, awal musim kemarau 2019 juga diprakirakan berlangsung mulai April dasarian II-Mei dasarian I. Kedua daerah ini masuk pada Zona 92.

Di Zona 90, perbandingan awal musim kemarau terhadap rata-rata diprakirakan maju dua dasarian (dua puluh hari). Sedangkan, di Zona 92 perbandingannya diprakirakan maju satu dasarian (sepuluh hari).

Sebelumnya, Ahmad Faa Iziyn yang akrab disapa Faiz itu menyebutkan, dalam pemahaman musim kemarau itu terjadi ketika intensitas curah hujan berada di bawah 50 mm per bulan. Jadi, bukan berarti saat musim kemarau tidak ada hujan. Hujan masih tetap berpotensi terjadi saat kemarau.

Tiga musim

Sementara itu, saat musim hujan, intensitas curah hujan di atas 150 mm per bulan.

Berdasarkan lembar data analisis BMKG Stasiun Meteorologi Jatiwangi yang diperoleh “PR” Online, wilayah Kabupaten Majalengka terbagi dalam tiga zona musim. Selain Zona 90, juga ada Zona 81 dan Zona 91.

Zona musim 81 meliputi wilayah Kertajati, Jatitujuh, Ligung, Dawuan, Sumberjaya, Palasah Utara, Leuwimunding Utara, Jatiwangi Utara, Kasokandel Utara, dan Kadipaten Utara. Sedangkan, zona musim 91 meliputi Kadipaten Selatan, Kasokandel Selatan, Maja Utara, Jatiwangi Selatan, Palasah Selatan, Leuwimunding Selatan, Panyingkiran, Cigasong, Sukahaji, Rajagaluh, Sindang, Sindangwangi, Majalengka Kota, dan Argapura.

Dalam kaitan ini, untuk zona musim 81 dan 91 tersebut, prakiraan awal musim kemarau diperkirakan berlangsung mulai Mei dasarian I-Mei dasarian III.

Halnya untuk Kabupaten Kuningan, selain berada pada Zona 90 dan 92, juga ada wilayah yang masuk dalam Zona 91 (wilayah Pasawahan, Mandirancan, Cilimus, Jalaksana, Kramatmulya, dan Cigugur) dan Zona 95 (wilayah Ciawigebang, Kalimanggis, Cidahu, Lebakwangi, Luragung, Cibeureum, Karangkancana, dan Cibingbin).

Pada Zona 91 dan Zona 95, prakiraan awal musim kemarau 2019 diperkirakan berlangsung mulai Mei dasarian I-Mei dasarian III.

Pada Zona 91, perbandingan awal musim kemarau terhadap rata-rata diprakirakan sama, sedangkan pada Zona 95 perbandingan awal musim kemarau terhadap rata-rata diprakirakan mundur satu dasarian.

Menurut catatan BMKG, datangnya musim kemarau berkaitan erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi angin Timuran (Monsun Australia).

Peralihan peredaran angin monsun itu diprakirakan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara pada Maret 2019, lalu wilayah Bali dan Jawa pada April 2019, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei 2019 dan akhirnya Monsun Australia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada Juni hingga Agustus 2019.

Secara umum, puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus-September 2019.***

Bagikan: