Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah berawan, 15.9 ° C

Terduga Teroris di Karawang Diyakini sebagai Otak Bom Bunuh Diri Surabaya

Puga Hilal Baihaqie
ILUSTRASI bom/PNGTREE
ILUSTRASI bom/PNGTREE

JAKARTA, (PR).- Detasemen Khusus Antiteror menangkap terduga teroris berinisal A di sebuah kedai kebab di Kampung Utama Jaya, Kelurahan Adiarsa Timur Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB pada Rabu, 3 April 2019. Pihak Mabes Polri menyebutkan bahwa A memiliki peran untuk mengaktifkan kembali sel-sel terorisme yang sudah lama tertidur. Sehingga penangkapan terhadap A bisa disebut sebagai penangkapan salah satu pucuk pimpinan teroris. 

"Penangkapan terhadap A dilakukan setelah Densus 88 sebelumnya menangkap terduga WP alias Syahid di Baleendah Kabupaten Bandung, beberapa hari lalu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri di Jakarta, Kamis 4 April 2019. 

Lebih lanjut Dedi mengatakan terduga A sebelumnya merupakan otak penyerangan terhadap anggota kepolisian dalam kasus bom bunuh diri di Surabaya dan Surakarta tahun lalu. Saat ini Densus 88 masih melakukan pengejaran terhadap enam hingga delapan orang yang akan melakukan aksi bom bunuh diri. "Sasaran mereka adalah anggota polisi dan kantor-kantor kepolisian, mereka akan melakukan aksi setelah mendapatkan uang dari hasil merampok," ujar Dedi. 

Terduga A dan WP merupakan jaringan teroris yang berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Berdasarkan keterangan dari WP, terduga A merupakan atasannya. A memiliki peran sentral dalam mencuci otak orang-orang berencana melakukan bom bunuh diri.

Keduanya memiliki keterikatan tidak langsung dengan aksi teror di Sibolga Sumatera Utara yang melibatkan tersangka Husain alias Abu Hamzah. Abu Hamzah melakukan aksi teror dengan biaya swadaya dari kelompoknya, kemudian bom bunuh diri itu dilakukan dengan melibatkan perempuan. 

Sementara kelompok yang dipimpin oleh A rencananya melakukan aksi teror dengan terlebih dahulu mengincar kendaraan pengisi uang di mesin ATM. Kemudian uang hasil perampokan itu digunakan untuk membeli sejumlah bahan peledak. Hasil penyelidikan sementara menyebutkan bila WP berperan mencari martir untuk bom bunuh diri. Sedangkan terduga A berperan mencari orang-orang yang tak begitu aktif lagi di kelompok teror.

Sasaran yang menjadi rekrutmen utama dari terduga A adalah orang-orang yang telah kembali dari Suriah dan Irak. Penangkapan terhadap A memperkuat keyakinan Densus 88 bahwa aksi teror akan dilakukan di Jawa Barat dan Jawa Timur.***

Bagikan: