Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Sekda Jabar Minta Konsultan Konstruksi Tingkatkan Kualifikasi Dukung Proyek Strategis Jabar

Ari Nursanti
SEKDA Jabar, Iwa Karniwa.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR
SEKDA Jabar, Iwa Karniwa.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR).- Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar) Iwa Karniwa meminta konsultan konstruksi meningkatkan kualifikasi dan kualitasnya sehingga berbagai proyek infrastruktur bisa memberi kontribusi pada laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jawa Barat.

Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa saat memberikan pemaparan di hadapan para konsultan konstruksi yang tergabung dalam Persatuan Jasa Konsultasi Indonesia (Perkindo) Jawa Barat dalam Rakerda III dan Seminar DPD Perkindo Jabar di Hotel Aston Tropicana, Kota Bandung, Kamis (4/4/19).

Menurut Iwa, konsultan wajib meningkatkan mutu kerjanya dalam hal manajemen konstruksi yang menyangkut perencanaan dan pengawasan. “Ini penting dilakukan untuk mengakselerasi pembangunan beberapa proyek infrastruktur di Jawa Barat,” ujar Iwa.

Iwa menyebutkan di Jawa Barat saat ini ada 11 proyek pembangunan jalan tol, empat proyek sarana prasarana kereta api, satu proyek bandara, serta dua proyek pelabuhan. "Kemudian disusul bendungan dan irigasi delapan proyek, enam proyek lainnya,” katanya.

Jika berbagai proyek tersebut terlaksana dengan jasa konsultan konstruksi yang semakin dirasakan, maka kata Iwa, pertumbuhan ekonomi Jabar bisa meningkat signifikan. Tercatat LPE Jabar 2018 mencapai 5,64 persen di atas rata-rata nasional. "Alhamdulillah di Jawa Barat tahun 2018 pertumbuhan ekonominya terbesar, di atas rata-rata nasional sebesar 5,17 persen," lanjut Iwa.

Diakui Iwa, faktor pendukung terbesar pada LPE Jabar masih dipegang sektor industri pengolahan yakni sebesar 42,16 persen. Tapi sektor jasa konstruksi tidak bisa diremehkan karena berkontribusi sebesar 8,44 persen. 

Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2019, saat ini sektor jasa konstruksi terus tumbuh positif terutama karena dipicu berbagai pembangunan infrastruktur di Jabar baik yang bersumber dari APBD dan APBN. "Setidaknya ada 32 proyek strategis nasional di Jawa Barat dan difokuskan pada sebelas bidang," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Perkindo Jawa Barat A Sutisna Abdul Azis mengatakan, Perkindo Jabar berdiri tahun 2017 beranggotakan 214 konsultan yang menangani berbagai proyek di seluruh Jabar. Klasifikasi proyeknya 92 persen konstruksi kecil, 7 persen menengah, dan 1 persen konstruksi besar. Perkindo merupakan salah satu asosiasi badan jasa konsultan dalam bidang pembangunan.

Sutisna berharap rakerda ini menghasilkan program kerja lima tahun ke depan dalam pembangunan di Jawa Barat. Juga sebagai ajang evaluasi dalam sinergi dengan berbagai pihak termasuk Pemprov Jabar.***

Bagikan: