Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Diduga Terkait Terorisme, Pedagang Kebab Ditangkap Puluhan Polisi

Dodo Rihanto
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

KARAWANG, (PR).- Arif (30), seorang pedagang kebab yang biasa berjualan di jalan Suhud Hidayat, Kelurahan Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, ditangkap puluhan polisi bersergam hitam-hitan, Rabu, 3 April 2019 malam. Proses penangkapan dikabarkan berlangsung dramatis karena sebelumnya polisi memblokir Jalan Suhud Hidayat dari dua arah.

Tak pelak proses pengkapan Arif menjadi perhatian masyarakat setempat. Namun tak banyak informasi yang didengar masyarakat. Mereka hanya menduga-duga ada penangkapan teroris.

"Penangkapan Arif berlangsung pada pukul 20.00 WIB. Saat itu Arif baru saja hendak membuka lapak kebabnya," ujar Enggun Suryadi, Ketua RT.01/01 Kelurahan Adiarsa Timur, saat dijumpai, Kamis, 4 April 2019.

Menurut dia, sejumlah polisi yang mengaku dari Mabes Polri langsung memblokir jalan saat akan melakukan penangkapan. Polisi yang berpakaian hitam-hitam dengan penutup muka itu langsung membawa Arif ke mobil dan langsung pergi. 

Warga setempat menduga polisi bersenjata lengkap itu menangkap seorang terduga teroris yang bersembunyi di Karawang.

"Saya tidak tahu persis kejadiannya karena saat itu pas lagi di luar. Namun berdasarkan laporan warga penangkapan terjadi ketika mau berdagang kebab," kata Enggun.

Dijelaskan pula, hingga saat ini dirinya tidak tahu alasan apa sehingga warganya ditangkap. Apalagi, tak satupun aparat mau menjelaskan alasan penangkapan tersebut.

"Sebelum dan sesudah penangkapan tidak ada aparat yang menghubungi saya," katanya.

LAPAK Tempat Arif berjualan kebab sebelum ditangkap puluhan orang bersenjata lengkap, Rabu, 3 April 2019.*/DODO RIHANTO/PR

Enggun hanya mengaku identitas dirinya diminta oleh salah seorang yang mengaku dari Mabes Polri tersebut. "Tidak ngomong apa-apa lagi cuma minta identitas saya," katanya.

Menurut Enggun, sejumlah warganya curiga penangkapan Arif terkait dengan terorisme. Sebab, polisi yang menangkap Arif menggunakan senjata lengkap dan mengenakan seragam hitam-hitam dengan penutup muka. 

"Jumlah polisi yang melakukan penangkapan ada puluhan orang. Terus mereka juga memblokir jalan, sehingga warga menganggap itu bukan penangkapan biasa," katanya.***

Bagikan: