Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 18 ° C

Di Masjid At Taqwa Bisa Konsultasi Keluarga hingga Semir Gratis

Ani Nunung Aryani
MASJID Attaqwa Kota Cirebon.*/ANI NUNUNG ARYANI/PR
MASJID Attaqwa Kota Cirebon.*/ANI NUNUNG ARYANI/PR

CIREBON, (PR).- Sejumlah upaya pemberdayaan umat, mulai digencarkan dan menyemarakkan kegiatan di Masjid Raya At Taqwa, beberapa tahun ini.

Kegiatan pemberdayaan umat di bawah naungan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At Taqwa, dilakukan sebagai upaya berbenah masjid, untuk mewujudkan visi misi mencontoh  fungsi masjid di zaman Rasulullah saw, yakni sebagai pusat pelayanan ibadah, pembinaan, dan pemberdayaan umat.

Sehingga fungsi masjid, tidak hanya sekedar rumah atau tempat ibadah seperti salat dan zikir.

Selain kegiatan ibadah, masjid juga memiliki sejumlah kegiatan pendidikan, sosial, pelatihan bisnis, mencetak pengusaha muda, bahkan ekonomi berbasis umat.

Menurut Ketua DKM At Taqwa Ahmad Yani, fungsi masjid zaman Rasulullah saw, yakni menjadi pusat pelayanan  ibadah, pembinaan, dan permberdayaan umat. 

“Rasulullah telah menjadikan masjid sebagai basecamp pemberdayaan umat,” katanya Senin 1 April 2019.

Pada era Rasulullah dan sahabat, katanya, di masjid umat dibina imannya menjadi lebih kokoh, akhlak dan pribadinya menjadi  lebih mulia, ilmunya menjadi lebih berkembang, ibadahnya lebih mantap dan khusyu’ dan amalnya menjadi lebih soleh, produktif, dan mandiri.

Menurutnya, dari sekian banyak unit kegiatan masjid, ada 17 kegiatan unggulan. Bahkan, untuk tingkat Jawa Barat, At Taqwa menjadi masjid yang memiliki diversifikasi kegiatan paling banyak.

Manajemen langit

Di antara 17 kegiatan unggulan yakni Remaja Masjid, At-Taqwa Language Centre, kantin, toko buku dan souvenir, Majlis Ta’lim, Unit Perpustakaan masjid, Unit Pengembangan Tilawatil Qur’an, Unit Radio da’wah, Unit Pelayanan Pemuliaan Jenazah, Unit Aksi Cepat Tanggap/ ACT dan pesantren digital entrepreneur yang bekerja sama dengan Bank Indonesia.

“Kami bahkan membuka pusat-pusat layanan jama’ah dari mulai semir gratis, minuman khas wedang jahe, Biro Konsultasi Keluarga Sakinah, Dompet fii Sabilillah, Bina Muallaf dan lainnya,” ujarnya.

Meski memiliki banyak jenis kegiatan yang memerlukan pembiayaan, menurut Yani, dengan prinsip manajemen langit berbasis jamaah, DKM At Taqwa tidak bergantung kepada anggaran APBD.

“Masjid At Taqwa sudah sekitar 23 tahun ini, mandiri dalam pembiayaan operasional harian karena tidak mendapat subsidi APBD rutin,” ucapnya.

Menurutnya, prinsip manajemen langit berbasis jamaah, yakni membuka peluang lebih luas kepada setiap jama’ah untuk partisipasi aktif membantu mengabdi dan memakmurkan masjid.

Dikatakannya, untuk memulai proses pemberdayaan Masjid Raya At Taqwa, pengurus DKM mengawalinya dengan penguatan fungsi-fungsi kemasjidan yang dikenal dengan tridaya layanan.

Prinsip tridaya layanan yakni layanan bidang idaroh atau tata laksana manajemen organisasi, 
bidang imarah atau tata kelola kemakmuran dan program kegiatan masjid, layanan bidang ri’ayah yakni peningkatan kualitas pemeliharaan fisik, bangunan dan lingkungan masjid.

“Sejatinya pengurus DKM, sebagai pelayan rumah Allah harus memahami apa yang menjadi kebutuhan jama’ah yang cukup heterogen,” katanya.***
 

Bagikan: