Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 22.4 ° C

Ada-ada Saja, Pisang Sampai Dicuri

Tim Pikiran Rakyat
SALAH seorang warga menunjukan batang pohon pisang yang buahnya dicuri dari tandannya sebulan yang lalu. Pencurian itu terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Pangandaran, sepanjang Maret 2019.*/MUSLIH SUPRIANTO/KP
SALAH seorang warga menunjukan batang pohon pisang yang buahnya dicuri dari tandannya sebulan yang lalu. Pencurian itu terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Pangandaran, sepanjang Maret 2019.*/MUSLIH SUPRIANTO/KP

BUKAN hanya uang, kendaraan bermotor, atau perhiasan berharga, pisang juga ternyata jadi sasaran untuk digondol maling. Hal itu terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, yang tentu saja menggegerkan warga.

Satu bulan terakhir, sejak Maret 2019, peristiwa kemalingan pisang itu dialami warga di Kecamatan Padaherang, Kecamatan Kalipucang, dan Kecamatan Pangandaran. Puluhan pisang hilang dari tandannya di berbagai pohon yang dimiliki warga.

Ada dua jenis pisang yang menjadi sasaran maling, yaitu pisang nangka dan lempeneng. Pohon pisang tetap berdiri tegak, namun buahnya diambil para pencuri dari tandannya.

Pisang yang dicuri seharusnya bisa dipanen untuk dijual

Paritya (24), warga Dusun Kedungrejo, Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, adalah salah satu warga yang pisangnya raib digondol maling. Ketika ditemui Muslih Suprianto dari Kabar Priangan, Senin, 1 April 2019, ia mengatakan bahwa dirinya mengalami itu sebulan lalu. "Padahal beberapa hari lagi akan ditebang," ujarnya.

Ketika menyadari bahwa pisangnya hilang, ia mengaku kaget. Pelaku pencurian pisang itu pun memangkas tandan pisangnya tanpa merobohkan pohonnya. Ia menduga bahwa sang pelaku menggunakan golok yang tajam ketika menggondol pisang miliknya. "Ada-ada saja pisang sampai di colong," tuturnya. 

Setelah mengalaminya, ia pun baru menyadari bahwa tetangga-tetangganya juga mengalami hal yang sama. Selain itu, kebun keluarganya juga menjadi korban pencurian pisang. Padahal, satu tandan pisang itu bisa dijual senilai Rp30 ribu kepada bandar yang akan langsung memanennya dari pohon. 

Sementara itu, Titi Suryani (29), warga Dusun Bojongkarekes, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, juga menuturkan hal yang sama. Pisang dari kebunnya nyaris ludes dipanen maling. Kakaknya yang berkebun pisang juga mengalami hal yang sama. Ia kehilangan dua tandan pisang yang siap panen.

"Keponakan pernah melihat pelakunya pakai motor gede," kata dia. Meski meresahkan, namun warga belum membuat laporan tindakan pencurian ke pihak aparat berwenang.***

Bagikan: