Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Langit umumnya cerah, 24.8 ° C

Usai Perkenalan di Facebook, Melati Jadi Korban Penyekapan

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI Facebook.*/DOK. PR
ILUSTRASI Facebook.*/DOK. PR

MAJALENGKA,(PR).- Setelah perkenalan melalui Facebook (FB) selama beberapa hari, Melati -- bukan nama sebenarnya -- (13) pelajar sebuah sekolah di Kabupaten Majalengka dibawa lari dan disekap dalam kamar selama seminggu oleh AA (21) warga Desa Sukakerta, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

AA kini telah dijadikan tersangka dan diamankan di Mapolres Majalengka, Senin 1 April 2019.

Menurut keterangan Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono disertai Kapolsek Jatitjuh AKP Asep Saefudin, kasus tersebut mulai terungkap pada Senin 1 April 2019 atas dasar laporan orangtua Melati yang merasa telah kehilangan anaknya selama seminggu, hingga tidak sekolah.

“Pagi sekitar pukul 09.30 orangtua Melati datang ke Mapolsek melaporkan kehilangan anaknya. Ada sejumlah saksi yang menyebutkan kalau korban dibawa oleh tersangka AA. Atas dasar laporan tersebut kami segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengarah pada tersangka. Kami pun segera mendatangi rumah tersangka dan ternyata korban ada di kamar tersangka,” ungkap Kapolres Mariyono kepada wartawan Kabar Cirebon, Tati Purnawati.

Berdasarkan keterangan sementara, korban mengaku kenal dengan tersangka melalui media sosial FB, hingga pada Minggu 24 Maret 2019 sekitar pukul 10.00 WIB, korban dijemput menggunakan sepeda motor di sebuah tempat tidak jauh dari desa korban tinggal.

Setelah itu korban dibawa ke rumah tersangka dan disekap di kamar tidurnya di Desa Sukakerta di Kecamatan Kertajati. Kasus tersebut kini ditangani Unit PPA Polres Majalengka.

“Awalnya orangtua korban melakukan pencarian kemana-mana namun tidak ditemukan hingga akhirnya melaporkan ke Polsek Jatitujuh. Begitu mendapat laporan kami segera melakukan penyelidikan dan korban ditemukan,” kata Kapolres.

Kapolres mengimbau seluruh orangtua untuk terus berupaya mengawasi putra-putranya saat bermain media sosial. Alasannya tidak sedikit jumlan anak yang terjerumus persoalan kriminal atau menjadi korban kekerasan dampak dari media sosial.

“Media sosial baik jika penggunaannya baik pula, manfaatnya besar. Tapi kalau disalahgunakan  atau   membuat konten yang kurang baik bisa fatal juga. Makanya diimbau untuk berhati-hati ketika membuah konten. Jadi gunakan media sosial yang baik, sopan serta jangan turuti ajakan orang yang mungkin akan membahayakan diri sendiri,“ ujar Kapolres.

Sementara terhadap orangtua yang merasa kehilangan anaknya atau mencurigai tingkah anaknya segera melakukan konsultasi dan melaporkannya ke kepolisian untuk segera ditangani, atau segera dicegah sebelum terjadi.***

Bagikan: