Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 15 ° C

Ruang Perawatan untuk Caleg Depresi Sudah Disiapkan

Gelar Gandarasa
KEPALA Unit Pelayanan Teknis RSUD Indramayu Lisfayeni (tengah) menunjukkan ruang Malgova tempat bagi para caleg depresi, belum lama ini.*/GELAR GANDARASA/PR
KEPALA Unit Pelayanan Teknis RSUD Indramayu Lisfayeni (tengah) menunjukkan ruang Malgova tempat bagi para caleg depresi, belum lama ini.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Indramayu telah menyediakan tempat rawat jelang pemilihan umum. Ruang rawat kejiwaan itu disediakan untuk mengantisipasi adanya calon legislatif yang depresi berat karena kalah di Pemilu.

Kepala Unit Pelayanan Teknis RSUD Indramayu, Lisfayeni mengatakan bahwa pihak RSUD sudah menyediakan lima kamar perawatan yang siap digunakan. Ruangan itu mampu menampung hingga 14 orang pasien. “Sudah disiapkan Ruang Malgova,” ujarnya, Senin 1 April 2019. Kendati sudah bersiap-siap, ia tetap berharap kamar rawat tersebut tidak terisi. “Mudah-mudahan tidak ada yang mengalami seperti itu,” katanya.

Dia menambahkan, jelang pemilihan umum dikhawatirkan akan muncul para calon yang mengalami depresi akibat kalah. Untuk itu, langkah penanganan sejak dini mesti dilakukan supaya semua berjalan dengan baik. Ruangan rawat akan dibagi ke dalam beberapa golongan yang ditentukan berdasarkan tingkatan depresi. Masing-masing ruang perawatan akan dipisahkan sesuai golongannya mulai dari tenang hingga akut.

Selain menyiapkan sarana perawatan, RSUD juga menyiagakan dua dokter spesialis kejiwaan. Dokter-dokter tersebut nantinya ditugaskan khusus untuk merawat para calon anggota legislatif yang depresi karena mengalami kekalahan. Pihak RSUD sudah berkoordinasi dengan rumah sakit daerah tetangga seperti Rumah Sakit Gunung Jati Kota Cirebon. Koordinasi perlu dilakukan untuk menangani pasien yang membutuhkan rujukan. “Berkoordinasi dengan Gunung Jati maupun rumah sakit lain di Jawa Barat,” katanya.

Di sisi lain, petugas keamanan juga sudah dipastikan siap menjaga jalannya pemilu. Di Kabupaten Indramayu total ada sebanyak 5.1799 TPS. Dua di antaranya masuk ke dalam fokus polisi karena dianggap rawan. Kedua TPS itu ada di lembaga pemasyarakatan. “Sebanyak 5.177 TPS masih dinyatakan tidak rawan. Untuk itu pola pengamanannya 7 TPS dijaga satu personel polisi,”  kata Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Yoris Marzuki.

Selain personel dari polres, ada bantuan pengamanan juga sebanyak 130 anggota Brimob Polda Jawa Barat. Anggota brimob itu akan disebar ke penjuru wilayah hukum Polres Indramayu. “Dibantu juga personel dari pemerintah kabupaten. Para anggota sudah mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Yoris. Pada H-3 pencoblosan akan dilakukan pergeseran pasukan ke TPS. Mereka akan mulai menjaga TPS untuk menghindari kejadian-kejadian yang tak diharapkan.***

Bagikan: