Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Jalan R3 Tidak Juga Dibuka, Warga Akan Kumpulkan Koin

PENGENDARA motor menerobos jalan ring road regional (R3), Kelurahan Katulampa, Kota Bogor yang ditutup pada Minggu, 31 Maret 2019. Warga Kelurahan Katulampa menuntut Pemkot Bogor kembali membuka jalan tersebut. */WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI
PENGENDARA motor menerobos jalan ring road regional (R3), Kelurahan Katulampa, Kota Bogor yang ditutup pada Minggu, 31 Maret 2019. Warga Kelurahan Katulampa menuntut Pemkot Bogor kembali membuka jalan tersebut. */WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI

BOGOR,(PR).- Pemerintah Kota Bogor masih tetap ingin menunggu putusan Pengadilan Negeri Bogor terkait nasib Jalan ring road regional (R3).  Namun, warga yang terdampak penutupan jalan R3 berencana mengumpulkan koin untuk R3, jika konflik antara Pemkot Bogor dan pemilik lahan tak terselesaikan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan, Pemerintah Kota Bogor sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membuka segera akses  Jalan R3. Pemkot Bogor menyatakan akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami pun sudah bersurat ke pemilik lahan, kalau bisa jalan dibuka dulu. Kalau bisa hari ini dibuka. Kalau tidak bisa, biar proses persidangan yang memutuskan agar jalan R3 dibuka dulu,” kata Bima Arya di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Kota Bogor, Senin, 1 April 2019.

Bima menyatakan, pembukaan jalan R3 harus segera dilakukan karena sudah menyengsarakan rakyat . Sejauh ini, Pemkot Bogor sudah menganggarkan biaya ganti rugi lahan seluas 1.987 meter persegi yang belum terbebaskan sejak 2014 lalu senilai Rp 14 miliar. Angka tersebut didapat dari hasil kajian tim appraisal.

PENGENDARA motor menerobos jalan ring road regional (R3), Kelurahan Katulampa, Kota Bogor yang ditutup pada Minggu, 31 Maret 2019. Warga Kelurahan Katulampa menuntut Pemkot Bogor kembali membuka jalan tersebut. */WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI

Namun demikian, pemilik lahan keberatan dan memilih mengajukan gugatan kembali ke Pengadilan Negeri Bogor. Nominal tersebut dianggap tidak mencakup biaya kompensasi penggunaan lahan dari 2014 hingga 2018.

“UMKM mati, warung-warung tutup, jalanan macet, jarak tempuh jadi lama.  Jalanan itu jadi banyak mudarat-nya, jadi harus segera dibuka,” kata Bima.

Terkait dukungan warga lewat aksi koin untuk R3, Bima mengapresiasi langkah tersebut. Namun demikian,  Bima menyebutkan anggaran untuk pembebasan lahan R3 sudah ada, sehingga masyarakat tidak perlu mengumpulkan dana pribadi untuk membantu Pemkot Bogor.

“Warga enggak  paham. Anggaran yang kami ajukan  tidak disepakati pemilik lahan, mereka minta lebih untuk kompensasi, tetapi saya hargai inisiatif warga. Silakan berekspresi, tetapi uangnya sudah ada,” ucap Bima.

Butuh komunikasi informal

Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, mengatakan, permasalahan R3 memang permasalahan yang pelik. Pemerintah Kota Bogor perlu melakukan pendekatan yang unik agar pemilik lahan mau berbesar hati membuka kembali jalan tersebut untuk umum, sambil menunggu proses hukum berjalan.

“Pada saat saya jadi pelaksana tugas, R3 sempat ditutup. Saya coba lakukan komunikasi yang sedikit nyentrik,akhirnya bisa dibuka. Pada saat itu, kita bahkan tidak punya anggaran sama sekali,” ucap Usmar.

DI lokasi penutupan Jalan Ring Road Regional (R3) Bogor, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, beberapa  bocah tampak memanfaatkan peluang dengan membantu kendaraan melintasi celah sempit yang masih terbuka dan meminta imbalan seikhlasnya. Akses utama Katulampa menuju jantung kota itu tertutup sejak  21 Desember 2018 lalu.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

Pada masa kepemimpinannya bersama Bima Arya, Usmar menyatakan, R3 memang menjadi salah satu permasalahan yang cukup menyita perhatian masyarakat. Di akhir jabatannya sebagai wakil wali kota Bogor, Usmar berpesan kepada Pemkot Bogor untuk terus berupaya melakukan pendekatan informal agar pemilik lahan melunak.

“Tidak semuanya dapat diselesaikan dengan jalan formal,  harus ada sentuhan informal,  biasanya bisa berhasil,” ucap Usmar.

Perwakilan warga  terdampak penutupan R3,  Dadan Suhendar menyatakan,  koin untuk R3 memang sempat  diwacanakan warga  jika konflik antara Pemkot Bogor dan  pemilik lahan tidak memiliki titik temu. Warga berharap  janji Pemkot Bogor untuk membuka jalan R3 sebelum Ramadan dapat terwujud, sehingga warga tak perlu galang dana untuk R3.

“Intinya kami ingin akses warga Katulampa bisa dibuka kembali,  warga sudah cukup sengsara sejak R3 ditutup Desember kemarin.  Kalau memang aksi koin bisa membantu membuka jalan ya kenapa tidak,” ucap Dadan.***

 

Bagikan: