Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Uu Ruzhanul Ulum Lolos dari Jerat Pidana Pemilu

Bambang Arifianto
WAKIL Presiden Jusuf Kalla bersama Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Komisaris Utama PR TV Witjaksono hadir dalam peresmian Pikiran Rakyat Televisi di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann, Kota Bandung, Minggu 17 Maret 2019.*
WAKIL Presiden Jusuf Kalla bersama Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Komisaris Utama PR TV Witjaksono hadir dalam peresmian Pikiran Rakyat Televisi di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann, Kota Bandung, Minggu 17 Maret 2019.*

TASIKMALAYA, (PR).- Penyidik Kepolisian Resort Tasikmalaya Kota meloloskan ‎ Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dari jerat pidana pelanggaran kampanye Pemilu dengan alasan tidak terpenuhinya unsur sangkaan.

Penyidikan polisi menjadi dasar Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Tasikmalaya mengeluarkan SP3 atau penghentian penyidikan dugaan pelanggaran kampenye Uu di tempat pendidikan.

Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya Ijang Jamaludin menuturkan, SP3 terbit pada Jumat, 22 Maret 2019. Sehari sebelumnya, Gakkumdu yang terdiri dari unsur Bawaslu, kepolisian dan kejaksaan Kota Tasikmalaya membahas hasil penyidikan Korps Bhayangkara Tasikmalaya.

"Setelah hasil penyidikan 14 hari, ternyata teman-teman Polres (penyidik) menyimpulkan bahwa ada salah satu unsur yang tidak terpenuhi, unsurnya adalah unsur mens rea atau niat dengan sengaja melakukan unsur kampanye yang dilarang," kata Ijang di Kantor Bawaslu Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, Jumat, 29 Maret 2019.

Uu diduga melanggar aturan kampanye saat mengunjungi Pesantren Sulalatul Huda, Paseh, Kota Tasikmalaya, Selasa, 5 Februari 2019. Uu saat itu ‎menghadiri deklarasi dukungan ulama dan santri asal Kota Tasikmalaya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu di pesantren tersebut.

Bekas Bupati Tasikmalaya itu ‎diduga melakukan pelanggaran karena berkampanye di tempat pendidikan atau pesantren. Dugaan pelanggaran terkuak dari temuan Banwaslu dan laporan tim kampaye daerah Capres Cawapres No 2 Prabowo-Sandiaga Uno. Bahkan Bawaslu Kota Tasikmalaya menjadi salah satu pelapor yang membawa temuan itu ke Sentra Gakkumdu. 
 

Bahkan, kasus Uu sempat naik ke penyidikan dan mentah kembali setelah penyidik kepolisian menyatakan unsur kesengajaan atau niat tak ditemukan.‎ "Laporan penyidikan itu kita bahas di Gakkkumdu oleh penydik, oleh JPU dan oleh Bawaslu berdasarkan keterangan-keterangan, dan fakta hukum hasil penyidikan," ucapnya. Karena salah satu unsur pasal 280 ayat 1 hurup h Undang-Undang No 7/2017 tentang Pemilu yang menjerat Uu tak terpenuhi, tahap penyidikan pun tak naik ke penuntutan.

Saat wartawan Pikiran Rakyat mempertanyakan alat ukur apa yang membuat penyidik menyimpulkan tak ada niat atau kesengajaa Uu menghadiri deklarasi, Ijang menyebut polisi menghadirkan dua saksi ahli. Kedua saksi tersebut adalah ahli hukum Pidana Unpad Sigid Suseno dan Nandang Sambas, ahli hukum pidana Unisba.

Meski demikian, Ijang mengakui proses penyelidikan merupakan ranah kepolisian sehingga unsur Gakkumdu lain tak ikut serta atau melihat langsung proses tersebut. Menurutnya, Uu hadir ke Sulalatul Huda karena undangan sebagai narasumber sosialisasi kegiatan ekonomi syariah.

Terkait acara yang berlanjut deklarasi dan wagub masih di sana, Ijang menyebut Uu tetap bertahan karena spontanitas. "Menurut keterangan dia (Uu), spontanitas ketika teman-teman panitia mengajak deklarasi seperti itu, ya dia spontanitas karena masih ada di sana. Bahkan menyebutnya bahwa kapasitasnya sebagai panglima santri," kata Ijang.

Sebelumnya, Uu sempat hadir di Kantor Bawaslu Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun guna memenuhi undangan Bawaslu pada Senin, 25 Februari 2019.  Uu mengakui kehadirannya ke Kantor Bawaslu Kota Tasikmalaya guna memenuhi undangan permintaan klarifikasi lembaga pengawas pemilu tersebut. "Katanya ada yang menyampaikan (melaporkan) tentang kegiatan saya," ucapnya.

Dia menuturkan, petugas Bawaslu meminta keterangan seputar kegiatan itu. "Tergantung yang menafsirkan tentang kegiatan tersebut," ucap Uu menjawab tudingan dirinya berkampanye. Dia mengungkapkan, ada pertanyaan-pertanyaan Bawaslu yang dibantah dan diakuinya dalam pemeriksaan itu.***

Bagikan: