Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya berawan, 29 ° C

Perlu Regenerasi Perajin Tenun Gadod di Nunuk Baru

Agus Ibnudin
SALAH seorang perajin Tenun Gadod di Desa Nunuk Baru Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka.*/AGUS IBNUDIN/PR
SALAH seorang perajin Tenun Gadod di Desa Nunuk Baru Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka.*/AGUS IBNUDIN/PR

MAJALENGKA, (PR).- Jumlah perajin kain tenun tradisional “Gadod” di Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka semakin berkurang dan rata-rata sudah berusia lanjut. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan dan regenerasi.

Sekretaris Desa Nunuk Baru Wakub Ramdika menuturkan, pihaknya akan terus berusaha menjaga dan mengembangkan Tenun Gadod, sekaligus memberdayakan potensi sumber daya manusia (SDM) di daerahnya.

“Saya optimistis kalangan muda di Nunuk Baru ini bisa meneruskan kegiatan tenun,” ujarnya saat berbincang dengan  “PR” Online Rabu 27 Maret 2019.

Wakub menilai, potensi kalangan muda untuk berkiprah dalam kerajinan Tenun Gadod sangat besar. “Kita akan terus mendorong, sehingga kekayaan Tenun Gadod tetap lestari,” katanya.

Apalagi, kata dia, keberadaan bahan baku tanaman kapas (kapas honje) banyak tersedia di Nunuk. “Wilayah Nunuk Baru sendiri luas. Banyak sekali potensi bisa dikembangkan,” jelasnya.

Sebelumnya, seorang perajin Tenun Gadod berusia sekitar 70-an, Maya menuturkan, anak-anak muda di Nunuk belum banyak yang menjadi perajin tenun.

Saat ini, kata dia, jumlah perajin tenun yang aktif sedikit dan sebagian sudah berusia lanjut. Dia mencontohkan, ada Ma Suma dan Suniah.

“Kalau dulu, saya mah sejak kecil sudah aktif menenun. Dan itu berlangsung sampai sekarang,” jelasnya .

Dia mengungkapkan, Tenun Gadod ini antara lain untuk dibuat karembong (selendang) dan syal. Produknya bahkan sudah dikenal luas. ***

Bagikan: