Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 18 ° C

Masjid At Taqwa Cirebon Jaminkan 400 Marbot ke BPJS TK

Ani Nunung Aryani
SAMBIL menunggu datangnya waktu salat magrib, sejumlah jamaah menunggu di halaman Masjid Raya At Taqwa Rabu, 27 Maret 2019. Masjid Raya At Taqwa memfasilitasi penjaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS TK) bagi 400 marbot masjid dan musala di Kota Cirebon.*/ANI NUNUNG/PR
SAMBIL menunggu datangnya waktu salat magrib, sejumlah jamaah menunggu di halaman Masjid Raya At Taqwa Rabu, 27 Maret 2019. Masjid Raya At Taqwa memfasilitasi penjaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS TK) bagi 400 marbot masjid dan musala di Kota Cirebon.*/ANI NUNUNG/PR

CIREBON, (PR).- Masjid Raya At Taqwa memfasilitasi penjaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS TK) bagi 400 marbot masjid dan musola di Kota Cirebon. Masjid yang merupakan aset Pemkot Cirebon tersebut menargetkan, ke depan marbot masjid dan musala di seluruh Kota Cirebon mendapatkan jaminan BPJS TK. 

Menurut Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At Taqwa Ahmad Yani, fasilitas yang diberikan Masjid At Taqwa berupa membayarkan premi BPJS TK selama dua bulan pertama. Pembayaran premi dua bulan pertama bagi 400 orang marbot dari 202 masjid dan musala di Kota Cirebon ini ditujukan sebagai stimulan.

“Kami berasumsi semiskin-miskinnya musala atau masjid, pengurus masjid pastilah mampu untuk membayar premi dua orang marbotnya sebesar Rp 10.250 per orang per bulan,” katanya Rabu, 27 Maret 2019.

Ahmad Yani mengatakan target ke depan marbot masjid dan musola di seluruh Kota Cirebon mendapatkan jaminan BPJS TK. Klaim yang bisa diajukan yakni  jaminan kecelakaan, kematian, dan hari tua.

Digulirkannya program diantara banyak program pemberdayaan umat At Taqwa tersebut, katanya, merupakan bagian dari tanggung jawab At Taqwa untuk ikut membina dan memakmurkan masjid lain. “Kami menilai marbot merupakan ujung tombak kemakmuran dan kebersihan masjid. Marbot perlu dilindungi keselamatan kerjanya dan sudah selayaknya ada jaminan bagi mereka di saat-saat membutuhkan,” katanya.

Dikatakan Yani,  untuk DKM At Taqwa yang jumlahnya mencapai 59 orang, sudah 6 tahun lalu dicover BPJS TK. “Karenanya At Taqwa Center kemudian mendorong masjid lainnya untuk melakukan hal yang sama,” katanya.

Bahkan At Taqwa bekerjasama dengan BPJS TK dan Dewan Masjid Indonesia, berupaya menyosialisasikan program tersebut ke wilayah tetangga yakni Kabupaten Indramayu dan Kuningan. Menurut dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini, dana yang digunakan untuk membayar premi merupakan dana umat yang dititipkan di At Taqwa.

Yani menjamin tidak ada dana dari APBD yang digunakan untuk keperluan itu. Karena menurutnya, selama 23 tahun Yani aktif di At Taqwa, belum pernah ada anggaran rutin dari APBD Kota Cirebon. “Kalaupun ada bantuan, sifatnya insidental untuk membiayai kegiatan tertentu,” papar Yani yang belum lama ini meraih gelar Doktor dari UIN Bandung tersebut.

Diakuinya, meskipun At Taqwa merupakan masjid milik pemkot, namun pengelolaan masjid didasarkan kepada managemen langit berbasis jamaah. Menurutnya ada sejumlah manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan. “Apabila marbot mengalami kecelakaan kerja, biaya pengobatan sampai marbot sembuh dan dapat bekerja kembali seluruhnya ditanggung oleh BPJS tanpa batasan dana,” katanya.

Selain itu, apabila marbot meninggal tanpa kecelakaan kerja, keluarga sang marbot akan menerima klaim dari BPJS sebesar Rp 24 juta. “Apabila marbot meninggal ketika sedang bertugas atau bekerja di lingkungan masjid,  keluarga marbot akan menerima klaim dari BPJS sebesar 48 kali UMK,” kata Yani.***
 

Bagikan: