Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.5 ° C

Peran Bank Sampah dalam Perekonomian

Shofira Hanan
Bantar Gebang.*/ANTARA
Bantar Gebang.*/ANTARA

CIANJUR, (PR).- Pemerintah terus menekankan optimalisasi bank sampah agar lebih berdampak dalam sektor ekonomi. Namun sayangnya, dinas belum memaksimalkan keterlibatan mereka untuk terus mendukung perekonomian melalui program tersebut.

Sejauh ini dinas terkait, masih mengutamakan upaya kebersihan daerah dibandingkan dengan memaksimalkan dampak ekonomi dari program bank sampah.

Hal itu, sedikit banyak membuat pengelolaan maupun dampak perekonomian dari bank sampah belum begitu signifikan. Kepala Bidang Persampahan dan Pengelolaan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur, Sumarna mengatakan, pemanfaatan dan pengelolaan bank sampah masih cenderung dinikmati oleh kelompok pengelola masing-masing yang memang aktif.

"Dampaknya memang hanya bagi pengelola saja. Penerima manfaatnya juga mereka yang berada di dalam kelompok itu saja," ujar dia, di sela kegiatan Pengembangan Bank Sampah Mendukung Sirkular Ekonomi Masyarakat, Selasa, 26 Maret 2019.

Menurut dia, sejak terlahirnya bank sampah, pemerintah terkait memang mengupayakan agar ada dampak ekonomi yang dihasilkan. Terutama bagi para pengelola, melalui hasil pengolahan sampah menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Akan tetapi, Sumarna mengaku, dinas tidak turun terlalu jauh dalam proses pemasaran atau penjualan hasil olahan sampah yang dilakukan masyarakat. Ia menjelaskan, pengolahan dan pemasaran masih diserahkan kepada masing-masing pengelola agar dapat dinikmati hasilnya.

“Kami menilai, untuk membantu pemasaran itu perlu bekerjasama terlebih dahulu dengan Dinas Perdagangan setempat. Karena kami memang belum secara serius terjun untuk membantu ke sana (pemasaran),” kata Sumarna.

Menurut dia, adanya bank sampah lebih menitikberatkan kepada kebersihan daerah terlebih dahulu. Walaupun, sebelumnya DLH pernah menyatakan jika keberadaan bank sampah pun belum begitu optimal untuk kondisi kebersihan. Apalagi, dari total 32 bank sampah, hanya ada 6-10 yang aktif berkegiatan.

Ia belum bisa menilai persentase efektivitas bank sampah, tapi setidaknya program itu membantu wilayah yang memang menjadi pengelola. Sumarna mengucapkan, hal yang paling utama adalah setidaknya Cianjur harus bersih.

“Tapi kan pengelolaan di sana bisa membantu sedikit-sedikit. Baik di wilayah mereka sendiri, atau ke tingkat daerah,” kata dia.

Selain itu, dinas juga terus mengupayakan agar masyarakat sadar lingkungan. Salah satunya, dengan mulai memilah dan memilih sampah sesuai kategori, seperti organik dan non organik.

Walaupun sulit, karena pandangan masyarakat yang masih menilai hal itu percuma, Sumarna optimis jika pengelolaan dengan metode itu bisa berhasil.***

Bagikan: