Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 16.7 ° C

Pembangunan Puskesmas Kertajati Majalengka Terbengkalai, Dinkes Majalengka Ajukan Lagi Anggaran

Tim Pikiran Rakyat
KONDISI bangunan Puskesmas Kertajati, Kabupaten Majalengka, yang sudah terbengkalai karena ditinggalkan kontraktornya. Puskesmas sudah dibangun sejak pertengah 2018 dan kontrak berakhir Desember 2018. Namun, proses pembangunan baru rampung setengahnya.*/TATI PURNAWATI/KC
KONDISI bangunan Puskesmas Kertajati, Kabupaten Majalengka, yang sudah terbengkalai karena ditinggalkan kontraktornya. Puskesmas sudah dibangun sejak pertengah 2018 dan kontrak berakhir Desember 2018. Namun, proses pembangunan baru rampung setengahnya.*/TATI PURNAWATI/KC

MAJALENGKA, (PR).- Karena pembangunan Puskesmas Kertajati, Kabupaten Majalengka, terbengkalai, Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka pun mengajukan kembali anggaran untuk menuntaskan pembangunannya. Anggaran yang diajukan pun lebih besar karena termasuk untuk penataan lingkungan sekitarnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Ali Aminudin, bangunan yang seharusnya selesai Desember 2018 itu sudah ditinggalkan kontraktornya. Pembangunannya baru tuntas sekitar 53%, seperti dilaporkan Tati Purnawati dari Kabar Cirebon.

Ali mengatakan, dana yang dialokasikan untuk pembangunan pada 2018 itu sebesar  Rp 1.671.185.000. Anggaran itu baru diserap sebesar 53 persen sesuai hasil perivikasi yang dilakukan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya. Sisa anggarannya saat ini ada di kas negara.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen pembangunan Puskesmas, Tono Sumartono, ia tidak tahu mengapa pembangunan tersebut tidak dituntaskan. Ia menduga hal itu terjadi karena kontraktornya terkendala modal atau khawatir merugi karena harga penawaran yang terlalu rendah hingga membuang 20 persen dari pagu.

Pagu anggaran untuk proyek pembangunan Puskesmas tersebut mencapai lebih dari Rp2,23 miliar. Hanya, pengusaha yang membangun puskesmas itu melakukan penawaran hingga 80 persenan dari pagu anggaran.

Pengusaha tersebut pun dikaakannya tidak mengajukan anggaran uang muka. Kontraktor itu hanya mengajukan pencairan setelah akhir tahun di saat sudah berhenti mengerjakan pembangunan.

Anggaran lebih besar

Ali Alimudin mengatakan, pengajuan anggaran tahun ini dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Sebelumnya, sumber dana pembangunan Puskesmas Kertajati juga berasal dari DAK.

Ia menuturkan, pengajuan anggaran diajukan lebih besar dari sebelumnya. Selain untuk menuntaskan proyek pembangunan, anggaran itu juga ditujukan untuk penataan lingkungan puskesmas seperti areal parkir, pemasangan pagar, serta penataan lingkungan lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya,  bangunan tersebut dikerjakan oleh CV Putra Nurhasanah yang mulai dikerjakan 29 Juni 2018 dan seharusnya selesai dalam 150 hari. Dari pantauan di lapangan, kondisi bangunan berlantai dua tersebut kini baru pemasangan  bata merah. Satu ruangan di antaranya sudah diplester, sedangkan bagian atap bangunan belum dipasang. Kusen jendela dan pintu pun belum ada satupun yang terpasang.

Di sejumlah tempat, steger bekas pakai para pekerja pun masih terpasang, meski sudah tidak ada lagi material bangunan yang tersisa di sana. Sekeliling bangunan bahkan sudah ditumbuhi rumput dan ilalang. 

Puskesmas Kertajati itu sendiri rencananya akan dibangun khusus dengan fasilitas yang lebih lengkap dibanding puskesmas lainnya, seperti adanya rawat inap. Itu disebabkan kawasan Kertajati akan menjadi pusat keramaian seiring dengan keberadaan Bandara Kertajati dan Tol Cikampek Palimanan.***

Bagikan: