Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 30.3 ° C

Harga Bawang Merah di Kuningan Semakin Meroket

Nuryaman
KEPALA Seksi Penataan dan Ketertiban Pasar Daerah Kabupaten Kuningan di lingkup Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan Sumarna beserta staf tengah mengunjungi Pasar Baru, Kabupaten Kuningan untuk mengetahui kondisi harga bawang merah, Senin, 25 Maret 2019. Harga bawang merah di Kabupaten Kuningan mulai merangkak naik sejak sebulan terakhir.*/NURYAMAN/PR
KEPALA Seksi Penataan dan Ketertiban Pasar Daerah Kabupaten Kuningan di lingkup Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan Sumarna beserta staf tengah mengunjungi Pasar Baru, Kabupaten Kuningan untuk mengetahui kondisi harga bawang merah, Senin, 25 Maret 2019. Harga bawang merah di Kabupaten Kuningan mulai merangkak naik sejak sebulan terakhir.*/NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Harga bawang merah di Kabupaten Kuningan kian meroket. Para pedagang bawang merah di Pasar Baru dan Pasar Kepuh serta di pasar-pasar tradisional lainnya di Kabupaten Kuningan ketika dikunjungi Senin, 25 Maret 2019, umumnya menawarkan harga eceran di kisaran Rp 40.000 per kilo gram.

Kepala Seksi Penataan dan Ketertiban Pasar Daerah Kabupaten Kuningan di lingkup Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan Sumarna menyebutkan harga eceran bawang merah di posisi Rp 40.000/Kg terbilang luar biasa. Dan, diperkirakan Sumarna, harga komoditas tersebut hingga Mei 2019 masih berpotensi mengalami peningkatan, atau paling tidak bertahan di posisi harga sekarang.

“Masalahnya kiriman bawang merah dari daerah-daerah sentra produksi pemasok andalan ke pasar-pasar di Kabupaten Kuningan akhir-akhir ini lagi kurang,” ujar Sumarna.

Ia mengatakan kebutuhan bawang merah di depot-depot dan pedagang eceran di pasar-pasar Kabupaten Kuningan selama ini sebagian besar mengandalkan hasil produksi petani bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah serta sebagian kecil dari Kabupaten Majelengka.

Diperkirakan, berkurangnya kiriman bawang merah ke Kabupaten Kuningan karena di daerah-daerah sentra petani bawang merah itu di sedang musim hujan sehingga jarang yang panen. Selain itu, stok bawang merah hasil panen tanaman sebelumnya sudah menipis.

Perkiraan Sumarna itu juga dibenarkan keterangan senada salah satu pengusaha kios depot bawang merah di Pasar Baru Kuningan, Hana (41). Dia menyebutkan, biasanya ia bisa memesan dan memperoleh kiriman bawang merah pengisi depotnya dari dua daerah tersebut sekitar 2 ton per hari. Namun, dalam sebulan terakhir setiap harinya paling-paling bisa memperoleh kiriman sekitar 500 Kg.

“Penyebabnya, menurut pemasok bawang merah langganan pengisi depot saya ini karena dalam sebulan terakhir petani bawang merah di Brebes dan Majalengka lagi jarang yang penen. Selain itu, stok hasil panen sebelumnya di para petani dan bandar-bandarnya juga sudah pada habis terjual,” ujar Hana. 

Ia memperkirakan stok bawang merah produksi petani di dua daerah tersebut baru akan melimpah kembali diikuti penurunan harga antara bulan Mei atau Juni 2019. “Menurut pemasok bawang merah langganan pengisi kios saya, panen raya bawang merah di Brebes dan Majalengka, yaitu kemungkinan baru akan berlangsung antara Mei-Juni yang akan datang," kata Hana.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, harga bawang merah di Kabupaten Kuningan mulai merangkak naik sejak sebulan terakhir. Harga eceran bawang merah di pasar-pasar tradissional di Kabupaten Kuningan yang sebelumnya bertahan relatif stabil di kisaran Rp 15.000/Kg. 

Namun selepas pertengahan Februari 2019, harga komoditas tersebut setiap harinya atau paling lama bertahan sepakan, terus merangkak naik. Dari mulai naik ke kisaran harga Rp 18.000, lalu Rp 26.000, Rp 30.000, Rp 35.000, dan hingga Senin telah mencapai Rp 40.000/Kg. 

Bahkan untuk harga eceran per ons, sejumlah pedagang di dua pasar tradisional terbesar di Kabupaten Kuningan, yakni Pasar Baru dan Pasar Kepuh, telah mematok harga sampai Rp 5.000/ons.***

Bagikan: