Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Langit umumnya cerah, 21.6 ° C

Waspada, Banyak Temuan HIV Didahului Tuberkulosis

Gelar Gandarasa
PETUGAS memeriksa sampel darah saat pemeriksaan HIV-AIDS gratis dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia di Indramayu, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.*/ANTARA
PETUGAS memeriksa sampel darah saat pemeriksaan HIV-AIDS gratis dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia di Indramayu, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.*/ANTARA

INDRAMAYU, (PR).- Masyarakat diminta waspada terkait penyebaran penyakit tuberkulosis (TB). Sebab penyakit tersebut ada kaitannya dengan penyakit HIV-AIDS. Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta berbenah kebersihan di lingkungan masing-masing.

Tren kasus TB di Kabupaten Indramayu cenderung meningkat. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, pada tahun 2018 ada 2.433 kasus TB. Jumlah penderita itu tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu. Salah satu faktor penyebarannya yakni terkait buruknya sanitasi lingkungan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Boni Koswara menuturkan, sejauh ini pemerintah daerah telah melaksanakan langkah-langkah pencegahan maupun penanggulangan. Namun upaya itu perlu dibarengi dengan kesadaran dari diri masyarakat itu sendiri. Tanpa adanya kesadaran akan sulit menuntaskan kasus TB di tengah masyarakat. “Harus ada edukasi pencegahan ke tengah masyarakat,” ujar Deden, Senin 25 Maret 2019.

Dimulai dari tingkatan keluarga, seharusnya langkah pencegahan TB sudah dimulai. “Butuh komitmen dari semua pihak agar TB benar-benar hilang dari masyarakat. Komitmen sangat serius,” tegas Deden.

Pemahaman-pemahaman itu seringkali diberikan kepada masyarakat saat berkunjung ke Puskesmas ataupun Posyandu. Menurutnya cara tersebut dinilai efektif karena langsung berhadapan dengan masyarakat. Setelah sosialisasi dilakukan barulah petugas medis mendatangi rumah warga untuk menemukan kemungkinan adanya TB. “Kami lakukan screening ke masyarakat apakah ada gejala TB atau tidak,” katanya.

Penanganan serius TB sangat penting dilakukan. Sebab TB berkaitan erat dengan penyakit lain seperti HIV dan AIDS. Deden menerangkan, gejala awal terjangkit virus mematikan itu adalah didahului dengan TB. Untuk itu, setiap gejala penyakit TB mesti dianalisis dengan baik. Terlebih jika penderita TB merupakan populasi kunci penyebaran HIV-Aids seperti pemakai jarum suntik narkoba, dan suka berganti-ganti pasangan. “Kita harus curigai. Jika positif maka akan mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.***

Bagikan: