Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian cerah, 20.3 ° C

Tiga Siswa SMK di Ciamis Jalani UNBK dengan Berbaju Tahanan

Nurhandoko
Ujian/DOK. PR
Ujian/DOK. PR

CIAMIS,(PR).- Tiga siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Ciamis terpaksa menempuh Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Mapolres Ciamis, Senin, 25 Maret 2019. Mereka menjadi tersangka kasus pengeroyokan yang terjadi pada bulan Februari 2019.

Ketiga siswa mengerjakan soal ujian di ruang penyidikan Satreskrim Polres Ciamis. Selama mengerjakan ujian, mereka juga mendapat pengawasan guru dari sekolah masing-masing.

Berbeda dengan siswa lainnya yang menggarap soal dengan komputer, mereka mengerjakan soal masih dengan cara manual. Ujian nasional dikerjakan secara tertulis dengan berbasis kertas dan pensil. 

Ketika mengerjakan UNBK, mereka terlihat dengan serius menggarap satu per satu soal ujian yang dihadapi. Saat mengerjakan ujian dan setelahnya, mereka pun masih tetap mengenakan baju tahanan.

“Mereka menjadi tersangka kasus pengeroyokan geng motor. Mereka melakukan tindak pidana sebagiamana diatur dalam Pasal 170 dan 169 KUHP,” tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Ciamis, Ajun Komisaris Polisi Hendra Virmanto.

Ilustrasi/FIAN/PR

Polres Ciamis fasilitasi pelaksanaan ujian

Hendro mengungkapkan, sebelumnya kepolisian menerima pemberitahuan dari pihak SMK bahwa siswa  yang sedang ditahan bakal mengikuti UNBK. Polres Ciamis pun menindaklanjutinya dengan mengirimkan surat ke sekolah para tahanan.

Surat itu menyatakan bahwa ketiga siswa tersebut tetap dapat mengikuti ujian. Akan tetapi, pelaksanaan UNBK bagi ketiga siswa tu harus diadakan di Mapolres Ciamis.

“Kami persiapkan ruang pemeriksaan untuk ujian. Malam sebelum ujian, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk belajar semaksimal mungkin. Ujiannya tiga hari, secara tertulis,” tutur Hendra.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, ada lima pelajar yang mengikuti ujian di Mapolres Ciamis. Tiga orang merupakan siswa SMK dan dua lainnya adalah siswa kesetaraan. “Kami membantu agar mereka dapat ikut ujian. Selama ujian, juga ada guru pengawas,” katanya.***

Bagikan: