Pikiran Rakyat
USD Jual 14.014,00 Beli 14.112,00 | Langit cerah, 18.3 ° C

Tekan Kecelakaan Pelajar, Lima Bus Sekolah Ditempatkan di Pelosok Daerah

Hilmi Abdul Halim
ILUSTRASI kecelakaan lalu lintas.*/DOK PR
ILUSTRASI kecelakaan lalu lintas.*/DOK PR

PURWAKARTA, (PR).- Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyiapkan lima unit mikrobus khusus untuk mengantar-jemput pelajar ke sekolah di wilayah pelosok. Program tersebut sekaligus untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi ke sekolah oleh para pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto mengatakan program tersebut sebagai implementasi pendidikan berkarakter. "Sudah lama kami mengeluarkan larangan pelajar di bawah umur bawa kendaraan ke sekolah. Karena, risikonya sangat tinggi," ujarnya, Senin 25 Maret 2019.

Penggunaan kendaraan pribadi khususnya sepeda motor dinilai lebih banyak di wilayah pelosok yang minim angkutan umum. Purwanto berencana mengoperasikan angkutan sekolah tersebut di lima wilayah serupa seperti di Kecamatan Maniis dan Sukasari.

Program tersebut juga didukung personel tentara yang akan menjadi pengendara angkutan sekolah. Keikutsertaan mereka diharapkan dapat memberikan wawasan kebangsaan dan Pancasila kepada para pelajar yang ikut.

Purwanto menyebutkan sasaran pengguna angkutan sekolah itu adalah pelajar tingkat SMP dan SMA. Ia beralasan, jarak sekolah SD biasanya lebih dekat dari tempat tinggal para muridnya dibandingkan SMP dan SMA.

Upaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ke sekolah juga diharapkan bisa dilakukan di wilayah pusat Kabupaten Purwakarta menggunakan program lain. "Untuk bus sekolah kita prioritaskan dulu di daerah terpencil yang belum memiliki akses kendaraan umum," kata Purwanto.

Ke depannya, pemerintah daerah setempat berencana menambah armada angkutan sekolah. Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menargetkan paling tidak ada 10 unit kendaraan serupa untuk program tersebut.

"Angkutan pelajar bisa memudahkan siswa untuk pergi-pulang ke sekolah. Untuk jumlah idealnya saya kira 10 armada bus sekolah," kata Anne. Angkutan sekolah diakui semakin dibutuhkan karena banyak terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Purwakarta.

Sekitar 80 persen kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Purwakarta melibatkan pelajar. Selain belum cukup umur mendapatkan izin berkendara, para pelajar juga kerap melanggar aturan lalu lintas bahkan mengendarai secara ugal-ugalan.

Kondisi itu diungkapkan Kepala Satuan Lalu Lintas Polisi Resor Purwakarta Ajun Komisaris Ricky Adipratama pada kegiatan sosialisasi saat hari bebas kendaraan (car free day) beberapa waktu sebelumnya. "Rata-rata mereka (korban kecelakaan lalu lintas) masih pelajar di bawah 17 tahun," katanya.***

Bagikan: