Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 18 ° C

Pembangunan Puskesmas Kertajati Majalengka Terbengkalai Ditinggal Kontraktor

Tim Pikiran Rakyat
KONDISI bangunan Puskesmas Kertajati, Kabupaten Majalengka, yang sudah terbengkalai karena ditinggalkan kontraktornya. Puskesmas sudah dibangun sejak pertengah 2018 dan kontrak berakhir Desember 2018. Namun, proses pembangunan baru rampung setengahnya.*/TATI PURNAWATI/KC
KONDISI bangunan Puskesmas Kertajati, Kabupaten Majalengka, yang sudah terbengkalai karena ditinggalkan kontraktornya. Puskesmas sudah dibangun sejak pertengah 2018 dan kontrak berakhir Desember 2018. Namun, proses pembangunan baru rampung setengahnya.*/TATI PURNAWATI/KC

MAJALENGKA,(PR).- Pembangunan gedung Puskesmas Kertajati, di Desa Kertajati, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, terbengkalai. Puskesmas yang lokasinya bersebrangan dengan Kantor Kecamatan Kertajati itu sudah dibangun sejak pertengahan 2018 namun belum juga rampung meski kontrak pembangunan selesai pada Desember 2018.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi, pun menyesalkan hal itu. Melalui laporan Tati Purnawati dari Kabar Cirebon, Senin, 25 Maret 2019, ia menegaskan supaya tidak ada lagi pekerjaan yang tidak tuntas sehingga seluruh rekanan harus bertanggungjawab atas pekerjaannya.

Dari pantauan di lapangan, kondisi bangunan berlantai dua tersebut kini baru pemasangan  bata merah. Satu ruangan di antaranya sudah diplester, sedangkan bagian atap bangunan belum dipasang. Kusen jendela dan pintu pun belum ada satupun yang terpasang.

Di sejumlah tempat, steger bekas pakai para pekerja pun masih terpasang, meski sudah tidak ada lagi material bangunan yang tersisa di sana. Sekeliling bangunan bahkan sudah ditumbuhi rumput dan ilalang. 

Karna mengatakan, ia sangat menyayangkan terbengkalainya bangunan tersebut karena ditinggalkan kontraktornya. Padahal, kata dia, pembangunan tersebut anggarannya cukup besar mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Namun ternyata, pengerjaannya baru sekitar 53 persenan saja.

“Kini pengusahanya tidak bertanggungjawab, dia entah kabur ka mana. Kade awasi, saya  tidak ingin mengulangi lagi ada membangun proyek padu wae, sebab yang rugi siapa, rakyat dan APBD. Matak kuwu awasi setiap pekerjaan yang ada di wilayah masing-masing, karena Bupati dan Wakil Bupati tidak mungkin mengawasi seluruh desa,” ungkap Karna.

Kondisi itu memang membuatnya mengeluarkan perintah ke seluruh camat dan kepala desa untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh pembangunan yang tengah dikerjakan. Itu dilakukan supaya tidak ada lagi pembangunan yang terbengkalai.

Logo Kabupaten Majalengka/DOK. PR

Puskesmas yang ada kondisinya sangat mengkhawatirkan

Puskesmas Kertajati itu sendiri rencananya akan dibangun khusus dengan fasilitas yang lebih lengkap dibanding puskesmas lainnya. Itu disebabkan kawasan Kertajati akan menjadi pusat keramaian seiring dengan keberadaan Bandara Kertajati dan Tol Cikampek Palimanan.

Selain itu, puskesmas yang ada pun saat ini kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Bangunannya sudah tua dan nyaris ambruk. Tempat pelayanannya sangat kecil sehingga tidak ada ruang rawat inap seperti halnya puskesmas di kecamatan lainnya yang wilayahnya cukup luas.  

Sementara itu, berdasarkan data yang tertera pada papan nama proyek, bangunan tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp 1.671.185.000,-. Bangunan dikerjakan oleh CV Putra Nurhasanah dengan nama  pekerjaan “Pembangunan Gedung Pelayanan Puskesmas Kertajati” yang mulai dikerjakan 29 Juni 2019.***

Bagikan: