Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 30.3 ° C

Ridwan Kamil Berbagi Tips Hindari Utang Rentenir Online

Yusuf Wijanarko
Uang/DOK. PR
Uang/DOK. PR

GARUT, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam urusan utang rentenir maupun penyedia jasa pinjaman online yang operasionalnya tidak dalam pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) karena akan merugikan si peminjam.

"Karena mudah pada awal padahal jebakan pada akhirnya," kata Ridwan Kamil dalam kegiatan Literasi Keuangan Syariah dan Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Garut, Sabtu 23 Maret 2019.

Ia menuturkan, pemerintah memiliki program pinjaman modal sesuai peraturan perbankan yang dapat diakses masyarakat sehingga tidak perlu terlibat dalam utang-piutang dengan rentenir maupun penyedia jasa pinjaman online.

Selama ini, kata Ridwan Kamil, penyedia jasa pinjaman online ilegal sudah banyak yang dibekukan oleh OJK. Hal itu menandakan ada masalah dalam sistem pinjaman tersebut.

"Sudah dibekukan, banyak sekali pinjaman online yang dibekukan oleh OJK, laporannya begitu," kata Ridwan Kamil seperti dilaporkan Antara.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya mengatasi maraknya pinjaman uang ke rentenir dengan menghadirkan sektor jasa keuangan tanpa membebani masyarakat yakni jasa keuangan syariah seperti Bank Wakaf Mikro, Kredit Mesra, dan bank syariah.

Menurut Ridwan Kamil, banyak cara untuk mendapatkan kredit tanpa harus meminta pinjaman ke rentenir. Persoalan itu harus diatasi oleh masyarakat secara kompak dalam membangun sistem ekonomi syariah.

"Jadi, tinggal ke masjid, minta ke Bank Wakaf Mikro, pergi ke bank syariah. Insyaallah ekonomi maju, umatnya juga semakin maju, tinggal mau apa tidak, bersatu atau tidak, ukhuwah islamiyah harusnya kuat," katanya.

Menurut Ridwan Kamil, saat ini transaksi keuangan syariah di Jawa Barat baru mencapai sekira 8 persen. Padahal semestinya di atas 90 persen dengan banyaknya umat muslim di Jawa Barat.

Ada potensi besar

Selain itu, jumlah masjid di Jawa barat yang lebih dari 100.000 dan jumlah pesantren yang lebih dari 11.000 bisa menjadi potensi besar pemanfaatan sektor keuangan syariah di Jawa Barat.

"Nah, sekarang ada program Bank Wakaf Mikro, dipinjami Rp 1 juta dibayar cuman Rp 26.000 setiap minggu, kan tidak repot. Atau, pinjam Rp 3 juta bayarnya Rp 70.000 setiap minggu," kata Ridwan Kamil.

Ia mengatakan, program lainnya yang siap diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yakni Kredit Mesra yang dapat diakses di masjid tanpa bunga dan jaminan.

"Saya juga ada program Kredit Mesra, nanti kita tahun ini dingabretkeun. Cukup ke masjid, minta surat rekomendasi dari Ketua DKM tanpa bunga tanpa agunan. Bisa," katanya.***

Bagikan: