Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Langit umumnya cerah, 17.1 ° C

Memuliakan Manggis Lewat Festival, Hampir 3 Ton Manggis Dibagikan Gratis

Hilmi Abdul Halim
WARGA menyerbu tenda manggis gratis di Festival Manggis Purwakarta, Sabtu 23 Maret 2019. Hampir 3 ton manggis dibagikan gratis di acara tersebut.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
WARGA menyerbu tenda manggis gratis di Festival Manggis Purwakarta, Sabtu 23 Maret 2019. Hampir 3 ton manggis dibagikan gratis di acara tersebut.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

MENEBAK isi buah manggis menjadi salah satu permainan yang biasa dilakukan anak-anak. Permainan itu diturunkan dari generasi ke generasi hingga sekarang sekaligus menjadi metode pembelajaran berhitung.

Pengalaman serupa dialami Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. "Waktu kecil disuruh menebak isi buah manggis. Ternyata caranya gampang, tinggal lihat bagian bawah buahnya, ada bagian bintik-bintik itu. Suka dibuat permainan," katanya, Sabtu 23 Maret 2019.

Sejak saat itu, Anne Ratna Mustika menggemari manggis. Ia bahkan bisa menghabiskan sekeranjang manggus sendirian. Selain dijadikan permainan, rasa manggis di Purwakarta dinilai lebih enak dibandingkan daerah lainnya.

Cita rasa manggis tersebut juga telah diakui melalui sertifikasi lembaga khusus. Karena itu, manggis Purwakarta berpotensi besar menjadi komoditas unggulan daerah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

WARGA menyerbu tenda manggis gratis di Festival Manggis Purwakarta, Sabtu 23 Maret 2019. Hampir 3 ton manggis dibagikan gratis di acara tersebut.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

Salah satu pusat produksi manggis di Purwakarta berada di Kecamatan Wanayasa. Masyarakat setempat diperkirakan telah menanam manggis di perkebunan dan halaman rumah mereka hampir seabad lalu.

Hal itu dibuktikan dengan keberadaan pohon berusia puluhan tahun di Wanayasa. Namun, Anne Ratna Mustika menilai keberadaan pohon manggis warisan para leluhur justru tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

"Karena mereka tidak merasa menanamnya, akhirnya tidak dipelihara dengan baik. Kalau kualitasnya ingin bagus, harus dipelihara, dijaga dari hama, dipupuk," tuturnya.

Anne Ratna Mustika menilai, manggis belum sampai menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat. Sementara itu, pemerintah daerah Purwakarta telah menyiapkan program pemasaran manggis lokal yang melibatkan sejumlah perusahaan pengekspor.

WARGA menyerbu tenda manggis gratis di Festival Manggis Purwakarta, Sabtu 23 Maret 2019. Hampir 3 ton manggis dibagikan gratis di acara tersebut.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

Upaya tersebut telah dimulai dengan mengekspor 3.010 ton manggis lokal beberapa waktu lalu.

Upaya lainnya adalah dengan menyelenggarakan Festival Manggis perdana di Purwakarta, akhir pekan lalu. Kegiatan yang dilakukan di Kampung Gandasoli, Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa itu ditargetkan untuk membudayakan manggis sekaligus menjadi daya tarik pariwisata daerah setempat.

Ribuan pengunjung menghadiri acara tersebut untuk menyantap manggis yang disediakan panitia penyelenggara secara cuma-cuma.

WARGA menyerbu tenda manggis gratis di Festival Manggis Purwakarta, Sabtu 23 Maret 2019. Hampir 3 ton manggis dibagikan gratis di acara tersebut.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Periwisata dan Kebudayaan Purwakarta Agus Hasan menyebut, jumlah manggis yang disediakan mencapai hampir 3 ton.

"Acara yang pertama ini mungkin tempatnya yang belum (representatif). Nanti akan diadakan lagi untuk skala wisatawan luar daerah di tempat yang lebih besar," kata Agus Hasan di lokasi acara.

Acara tersebut dimeriahkan pertunjukan seni, pameran produk olahan manggis dan berbagai lomba. Lomba yang diadakan bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pembudidayaan manggis seperti lomba menyortir manggis berkualitas, lomba sambung pucuk bibit pohon manggis, menghias buah manggis dan sebagainya.***

Bagikan: