Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Badai petir, 22.3 ° C

Kerajaan Galuh Tidak Akan Pernah Mati

Nurhandoko
RAJA  Galuh Rasich Hanif Radinal (membawa pusaka) bersama dengan kerabat kerajaan yang tergabung dalam Galuh Sadulur dan lainnya berjalan kaki menuju Situs Jambansari setelah sebelumnya dari Pendopo Kabupaten Ciamis, dalam gelaran Mieling Ngadegna Galuh ka-1.407, Sabtu 23 Maret 2019.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
RAJA Galuh Rasich Hanif Radinal (membawa pusaka) bersama dengan kerabat kerajaan yang tergabung dalam Galuh Sadulur dan lainnya berjalan kaki menuju Situs Jambansari setelah sebelumnya dari Pendopo Kabupaten Ciamis, dalam gelaran Mieling Ngadegna Galuh ka-1.407, Sabtu 23 Maret 2019.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Ribuan warga tatar galuh ikut larut dalam peringatan Mieleing Ngadegna Galuh  (berdirinya Kerajaan Galuh)  ke-1.407, Sabtu  23 Maret 2019. Mereka antusias menyambut pawai budaya yang langsung dipimpin Raja Galuh Rasich Hanif Radinal.

Kegiatan diawali dengan Raja Galuh R Hanif Radinal beserta permaisuri serta keluarga besar yang tergabung dalam Galuh Sadulur yang berasal dari berbagai wilayah, keluar dari Keraton Selagangga, Jalan KH A Dahlan, Ciamis. Rombongan berjalan kaki menyusuri jalan menuju Pendopo Kabupaten Ciamis.

Selain kerabat, ikut memeriahkan peringatan berdirinya Kerajaan Galuh,  yakni pertunjukan  berbagai jenis kebudayaan yang sampai saat ini masih lestari di tatar galuh Ciamis. Diantaranya kesenian bebegig  asal Kecamatan Sukamantri, Wayang Landung, Baladewa, calung, reog  dan lainnya.

Tidak pelak pawai budaya tersebut juga mencuri perhatian warga yang sudah menunggu sejak pagi hari. Tidak sedikit diantara mereka yang mengadikan kegiatan yang baru digelar untuk kedua kalinya.  

Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, rombongan sampai di Pendopo kabuoaten Ciamis. Di tempat tersebut telah menunggu Bupati Ciamis Iing Syam Arifin, Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana, serta utusan raja dan permaisuri berbagai kerajaan di tanah air yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FKSN).

Gelar ritual

Dari Pendopo Ciamis, rombongan kirab melanjutkan perjalanan menyusuri Alun-alun dan beberapa ruas jalan dengan tujuan akhir adalah Situs Jambansari. Di temat tersebut juga dilakukan beberapa ritual seperti wawasuh serta berbagai kegiatan lain. Termasuk pidato Raja Galuh serta sambutan dari perwakilan FSKN.

“Mieling Ngadegna Galuh ini merupakan napak tilas perjalanan sejarah Kerajaan Galuh. Selain itu juga menaruh harapan besar untuk membangkitan serta menjaga nilai-nilai kegaluhan. Mewarisi semangat perjuangan, menebar kebaikan kepada sesama, cinta kasih,” tutur Raja Galuh Hanif Radinal.

Dia mengatakan, Galuh  merupakan semangat meneruskan perjuangan para pendahulu. Meski hancur dan hanya tersisa puing-puing, Galuh tidak akan pernah mati. “Tetap kekal abadi dalam jiwa dan napas siliwangi. Galuh harus menjadi jatidiri warga tatar Galuh,” ujarnya.

Rasich Hanif Radinal dinobatkan sebagai Raja Galuh. Rangkaian seremonial pentasbihan dikemas sederhana, dilaksanakan di pangcalikan (altar) yang terdapat di kompleks Situs Kerajaan Galuh Purba Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Senin, 23 Juli 2018.

Sementara itu Bupati Ciamis Iing Syam Arifin menyambut baik kegiatan Mieling Ngadegna Galuh. Hal tersebut sekaligus sebagai upaya untuk upaya pelestarian sejarah Galuh yang tidak lengang oleh waktu.  Kirab budaya peringatan berdirinya Kerajaan Galuh,  lanjutnya, dapat menjadi agenda tahunan pariwisata Ciamis.

”Kami menyambut baik kegiatan ini. Tidak hanya sebagai langkah pelestarian budaya, akan tetapi sekaligus juga mampu menarik wisatawan. Selain itu banyak nilai baik yang tersurat maupun  tersurat yang dapat diambil dari kegiatan tersebut,” tuturnya.***
 

Bagikan: