Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Badai petir, 22.3 ° C

Hunian Sementara Korban Bencana Diterjang Puting Beliung

Nuryaman
WARGA memperbaiki rumah sementara, di lapangan sepak bola Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan yang rusak  diterjang angin puting beliung, Minggu 24 Maret 2019.*/ NURYAMAN/ PIKIRAN RAKYAT
WARGA memperbaiki rumah sementara, di lapangan sepak bola Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan yang rusak diterjang angin puting beliung, Minggu 24 Maret 2019.*/ NURYAMAN/ PIKIRAN RAKYAT

KUNINGAN, (PR).- Atap puluhan rumah sederhana di kompleks rumah hunian sementara (huntara), di lapangan sepak bola Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan hancur berantakan diterjang angin puting beliung,  Sabtu malam 23 Maret 2019.

Huntara ini merupakan hunian sementara korban bencana longsor dan pergerakan tanah tahun 2018.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kecuali seorang warga bernama Nenti (45) mengalami luka-luka pada bagian kakinya hingga terpaksa harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Selain itu,  ratusan jiwa sejak Sabtu malam hingga Minggu sore 24 Maret 2019, terpaksa harus menumpang tinggal sementara di rumah-rumah huntara warga lainnya di kompleks tersebut.

Perbaikan atap puluhan rumah terkena amukan angin puting beliung di kompleks huntara itu, dilakukan  melalui gotong royong masyarakat dan aparat pemerintah desa setempat, serta bantuan sejumlah personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan. Seluruh lembaran asbes gelombang dan bubung atap puluhan unit rumah huntara yang hancur dan pecah akibat bencana itu, diganti baru.\

Kepala Desa Cipakem Uci Sanusi dan sejumlah warganya yang  ditemui “PR”, Minggu 24 Maret 2019, menyebutkan amukan angin puting beliung Sabtu malam kemarian menerjang wilayah desanya  lebih dari dua kali terjangan.

“Sapuan pertama terjadi sekitar pukul 18.00 dalam durasi sekitar 15 menit, hingga membuat lembaran-lembaran asbes atap rumah-rumah ini terangkat sampai di antaranya beterbangan. Dan, setelah semua warga di kompleks huntara ini pada keluar rumah, terjangan angin puting beliung kembali datang hingga berulang-ulang, tetapi kekuatan angin pada terjangan-terjangan berikutnya  tidak sekuat terjangan yang pertama,” ujar Uci Sanusi, dibenarkan  Sekretaris Desa Cipakem Armansyah, dan sejumlah warga penghuni kompleks permukiman tersebut.

Namun demikian, rumah-rumah penduduk desa  yang berdekatan dengan letak huntara tidak mengalami kerusakan.

“Kalau di sini (huntara. Red) sih tiupan anginnya sangat kuat, sampai-sampai orang yang lagi berjalan kaki pun terdorong dan terhempas jatuh berguling-guling,” tutur Armasyah, lalu menambahkan orang dimaksud adalah Nenti yang mengalami luka kaki dan dirawat di rumah sakit.

Staf Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kuningan Sofyan, menyebutkan jumlah rumah dalam deretan bangunan rumah huntara di lapangan itu ada 88 unit .Setiap unitnya dihuni dua kepala keluarga dengan total jiwa penghuni 576 orang. Sementara jumlah rumah yang atapnya rusak terkena terjangan angin puting beliung Sabtu malam terdata mencapai 28 unit hunian 56 kepala keluarga.***

 

 

Bagikan: