Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Angin Kencang Terbangkan Atap Rumah, Pasar, Gedung Sekolah, Listrik juga Padam

Tim Pikiran Rakyat
SEORANG pengendara motor melintas di jalan yang dipenuhi pepohonan yang tumbang di ruas jalan Jatitengah-Jatiraga, kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
SEORANG pengendara motor melintas di jalan yang dipenuhi pepohonan yang tumbang di ruas jalan Jatitengah-Jatiraga, kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Hujan disertai angin kencang melanda tiga desa masing-masing Desa Jatitujuh, Jatitengah dan Jatiraga, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, mengakibatkan rusaknya sejumlah infrastruktur pasar, rumah dan menumbangkan  pepohonnan serta tower telkom juga billboard.

Angin juga menumbangkan 4 tiang listrik di wilayah tersebut, akibatnya aliran listrik di sejumlah desa sempat padam selama beberapa jam.

Supervisor Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Majalengka, Rezza Permana, Minggu 24 Maret 2019 mengatakan, dari kejadian tersebut mengakibatkan total kerugian sekitar Rp 2.899.152.000.

Tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut hanya 6 orang warga mengalami luka-luka dua di antaranya harus menjalani perawatan di RS Cideres akibat mengalami luka akibat tertimpa pepohonan dan atap bangunan rumah. Pasangan suami istri yang menjalani perawatan adalah Daski (60) warga Blok Senin, Desa yang mengalami luka-luka pada bagian kepala depan dan belakang akibat tertimpa reruntuhan bangunans etelag rumahnya tertimpa tower seluler, serta istrinya Tarkinah (56) yang mengalami luka memar pada bagian punggung serta lengan kaka mengalami luka

Menurut keterangan sejumlah warga, angin kencang disertai hujan besar tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Angin berasal dari arah Desa Jatitujuh kemudian memutas  ke Desa Jatitengah kemudian ke arah utara Desa Jatiraga.

Saking kencangnya angin, menurut Abe dan Nana Waskana warga Jatitujuh, billboard yang berdiri kokoh dengan besi besar tumbang, atap bangunan Pasar Jatitujuh beterbangan terlebih yang menggunakan atap asbes dan seng. Rumah-rumah warga juga demikian.

Di Desa Jatitujuh selain merusak rumah dan pasar juga pabrik tahu milik Marullah serta gedung MTS Jatitujuh yang letaknya berdampingan dengan pasar rusak tertimpa pepohonan dan sebagian atap tersapu angin.

Pepohonan di sepanjang jalur jalan antara Jatitengah hingga Randegan juga tumbang, sebagian tercerabut dari akarnya dan menimpa rumah warga serta menutupi ruas jalan raya. Sebagian lagi dahannya tumbang. “Anginnya langsung besar berputar cukup lama,” tutur Nana kepada wartawan Kabar Cirebon, Tati Purnawati.

Rawan jalan

Menurut keterangan Kapolsek Jatitujuh Ajun Komisaris Polisi Asep Saefudin,  ada lima warga yang memgalami luka sebagian menjalani rawat jalan di Puskesmas, dua orang menjalani rawat inap di RSU Cideres. Kesemuanya asal Desa Jatiraga.

Di Desa Jatiraga, menurut Asep ada 8 rumah yang mengalami rusak berat akibat tertimpa pohon di antaranya milik  Zaenal Abidin (37 ) pemilik bengkel sepeda motor, akibat kejadian tersebut dia mengalami kerugian sekitar Rp 20.000.000.

Acim (50) warga Blok Senin, Desa Jatiraga bagian dapurnya tertimpa pohon juga kerugiannya hampir sama. Dede (25) alamat Blok Senin , Daski Umur (60),  Huri (40), Ondi (60), Watma (60), mereka mengalami kerugian masing-masing sekitar Rp 10.000.000 serta Tarji (65).

Begitu hujan mulai sekitar satu jam kemudian, menurut Asep, Badan Penanggulangan Bencana bersama sejumlah warga dan kepolisian juga TNI segera melakukan penanganan bencana, dengan membersihkan puing-puing bangunan yang menghalangi jalan serta berupaya memangkas puluhan pepohonan yang tumbang ke jalan agar arus lalulintas kembali normal.***
 

Bagikan: