Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Sebagian berawan, 20.2 ° C

Pesanan Triplek Jumlahnya tidak Sesuai, Ternyata Sudah Dicuri

Nurhandoko


KAPOLRES Kota Banjar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yulian Perdana menunjukkan  barang bukti dan tersangka pelaku pencurian ratusan lembar triplek, Jumat  23 Maret 2019. Lima tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari yang mengangkut hingga pembeli.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
KAPOLRES Kota Banjar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yulian Perdana menunjukkan barang bukti dan tersangka pelaku pencurian ratusan lembar triplek, Jumat 23 Maret 2019. Lima tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari yang mengangkut hingga pembeli.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

BANJAR,(PR).- Hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kota Banjar berhasil meringkus sindikat pencurian triplek. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan ratusan lembar triplek, dua mobil yang digunakan untuk mengangkut serta barang lainnya.

“Begitu menerima laporan, kurang dari 24 jam seluruh tersangka berhasil ditangkap. Modus komplotan tersebut menurunkan triplek di rumah salah satu tersangka, barang tersebut seharusnya dikirim kepada pemesan,” tutur Kapolres Kota Banjar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yulian Perdana, Jumat 23 Maret 2019.

Kelima tersangka yang ditangkap Satrekrim Polres Banjar yakni,  Di (diduga sebagai otak pencurian, mantan pegawai PT BKS), Ay, Dad, Jam dan NS alias Kumis. Dari tersangka diamankan 560 lembar triplek, mobil Dump truk nopol Z 9416 YA, mobil colt bak terbuka nopol Z 8280 WH, dan beberapa barang lain.

Didampingi Wakapolres Kompol Ade Najmuloh, lebih lanjut  mengungkapkan kasus pencurian itu diketahui dari hasil rekaman CCTV yang ada di pemilik barang, PT Barkat Karunia Surya (BKS). Triplek yang diambil oleh tersangka seharusnya dikirim kepada pemesan, akan tetapi diturunkan di tempat lain.

“Otak pelaku sebelumnya karyawan perusahaan tersebut, sehingga mengetahui lokasi dan suasana gudang penyimpanan barang. Selanjutnya tripek yang seharusnya dikirim kepada pemesan, di tengah jalan ternyata diturunkan di rumah Jam, yang membeli barang curian tersebut,” jelas Yulian.

Terbongkarnya aksi pencurian, berawal ketika pemilik PT Berkat Karunia (BK) curiga karena barang yang diterima dari PT BKS tidak sebanyak yang dijanjjikan. Kejadian tersebut tidak hanya sekali, akan tetapi berlangsung sebanyak tiga kali.

Merasa ada kejanggalan, kemudian dilakukan pemeriksaan rekaman CCTV. Dari hasil rekaman tersebut akhirnya diketahui pelaku serta berapa banyak triplek yang diambil. Diketahui  triplek dikeluarkan dari gudang sekitar pukul 3.30 WIB.

“Barang yang dikeluarkan tersebut tidak sesuai dengan prosedur dan tidak diketahui oleh perusahaan. Korban langsung melapor, tanpa menunggu lama kami langsung bergerak sekaligus menangkap kelima tersangka,” kata Yulian.

Menurut pengakuan tersangka, lanjutnya, pelaku yang bertugas mengangkut mendapat upah Rp 500.000.  Aksinya berlangsung tiga kali, sehingga menerima upah Rp 1.500.000.

“Ada juga yang menerima Rp 2.000.000. tersangka mengaku uangnya sudah habis untuk kebutuhan rumah tangga. Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” turur Yulian.***

Bagikan: