Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Berawan, 22 ° C

Doa Perdamaian dari Cirebon untuk Indonesia

Ani Nunung Aryani
SEJUMLAH tokoh agama lintas iman ikut dalam kirab budaya yang diikuti ratusan warga dari berbagai komunitas dan unsur lintas agama di Kota Cirebon, Sabtu, 23 Maret 2019. Kirab budaya yang diawali dari Keraton Kacirebonan dan berakhir di Keraton Kasepuhan, diakhiri dengan doa perdamaian, untuk perdamaian dan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.*/ANI NUNUNG/PR
SEJUMLAH tokoh agama lintas iman ikut dalam kirab budaya yang diikuti ratusan warga dari berbagai komunitas dan unsur lintas agama di Kota Cirebon, Sabtu, 23 Maret 2019. Kirab budaya yang diawali dari Keraton Kacirebonan dan berakhir di Keraton Kasepuhan, diakhiri dengan doa perdamaian, untuk perdamaian dan keselamatan bangsa dan negara Indonesia.*/ANI NUNUNG/PR

CIREBON, (PR).- Ratusan warga dari berbagai komunitas dan unsur lintas agama menggelar kirab budaya yang diakhiri dengan doa perdamaian, untuk perdamaian dan keselamatan Indonesia, Sabtu, 23 Maret 2019.

Karnaval budaya yang dilepas Sultan Kacirebonan dimulai dari Keraton Kacirebonan berjalan kaki menuju Keraton Kasepuhan yang berjarak sekitar 1 km, dan diterima oleh Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat.

Rombongan kirab budaya yang mengusung semangat “sedulur kabeh, sekien guyub, mbesuk guyub, kapan bae guyub”. Yang artinya, saudara semua, sekarang rukun, besok rukun, kapan pun rukun. 

Sejumlah kesenian tradisional dan modern serta atraksi ditampilkan dalam kirab budaya. Keanekaragaman agama dan budaya nampak dari berbagai macam pakaian khas yang dikenakan peserta kirab.

Sejumlah poster yang bertuliskan, "Indonesia Damai", serta pesan damai lainnya ikut diusung peserta kirab.

Karnaval budaya yang berakhir di Keraton Kasepuhan diakhiri dengan doa perdamaian yang dipanjatkan oleh lima tokoh lintas agama secara bergantian, yakni Islam, Katolik, Kristen Protestan, Budha dan Hindu, di bangsal pagelaran Keraton Kasepuhan.

Menurut Halim Eka Wardhana, juru bicara doa perdamaian, kegiatan diikuti dari berbagai perwakilan agama dan penghayat kepercayaan di Cirebon.

Menurut dia, kegiatan karnaval budaya dan doa perdamaian digelar sebagai upaya untuk meredam kondisi terutama di media sosial yang kian memanas, menjelang Pemilihan Umum 17 April 2019 mendatang.

“Kegiatan ini digelar bermula dari keprihatinan kita melihat suasana, terutama di dunia maya, yang semakin panas. Kita berkomitmen jangan sampai apa yang terjadi di dunia maya terjadi di dunia nyata,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat dan Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati kompak mengingatkan kembali, akan jati diri wong Cirebon dan bahkan Indonesia yang ada, justru karena keberagaman agama, budaya, dan suku bangsa.

“Kalau tidak ada keberagaman agama, budaya dan suku bangsa ya tidak bakal ada Cirebon dan Indonesia,” katanya.
Menurut Sultan Arief, pondasi bangsa dan negara Indonesia adalah keberagaman. Pondasi keberagaman itulah yang justru menguatkan bangsa dan negara Indonesia.

“Kita sebagai wong Cerbon, juga dididik oleh orang tua dan leluhur kita dengan contoh nyata, bagaimana sejak ratusan tahun lalu, Cirebon sudah mempraktikan apa itu toleransi, karena memang leluhur kita campuran dari berbagai bangsa dan etnis serta agama yang beragam,” kata Sultan Sepuh.

Menurut Sultan Arief, doa perdamaian ini digelar untuk yang kedua kalinya, semenjak gelaran pertama pada pemilu pertama masa reformasi tahun 1999.

“Kami juga sudah mengingatkan elit politik maupun tokoh-tokoh bangsa akan arah demokrasi yang sepertinya agak melenceng dari semangat awal,” ujar Sultan Arief.

Wakil Wali Kota Eti Herawati optimis, meski ada perbedaan pilihan dalam pilpres, namun warga Cirebon yang sudah teruji dengan keberagaman, tidak akan banyak terpengaruh.

“Doa perdamaian ini sebagai bagian dari pesan dan upaya kami warga Cirebon yang terdiri dari berbagai latar belakang agama, etnis dan budaya, untuk berkontribusi demi keselamatan dan perdamaian Indonesia,” tutur Eti.***

Bagikan: