Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.4 ° C

15 Siswa Muntah-muntah, Kegiatan Belajar Terganggu

Irwan Natsir
SEBANYAK 15 siswa SDN Bantar Kuning, Kec. Cariu, Kab Bogor dibawa ke puskesmas Tanjungsari setelah mengalami keracunan makanan milor pada Jumat 22 Maret 2019.*/IRWAN NATSIR/PR
SEBANYAK 15 siswa SDN Bantar Kuning, Kec. Cariu, Kab Bogor dibawa ke puskesmas Tanjungsari setelah mengalami keracunan makanan milor pada Jumat 22 Maret 2019.*/IRWAN NATSIR/PR

CIBINONG,(PR).- Proses belajar mengajar di SDN Bantar Kuning, Kec. Cariu, Kab. Bogor Jumat 22 Maret 2019 terganggu gara-gara lima beras siswa sekolah tersebut mengalami keracunan makanan. Akibatnya siswa tersebut terpaksa dilarikan ke Puskesmas Tanjungsari untuk mendapatkan perawatan. Setelah diberikan pertolongan oleh petugas puskesmas, semua siswa boleh pulang.

Kapolsek Cariu AKP Asep Tatang S.H kepada wartawan mengatakan, kasus keracunan makanan diketahui sekitar pukul 09.00 wib. “Petugas kepolisian bersama dengan pihak sekolah langsung membawa seluruh siswa yang mengalami keracunan ke puskesmas,” ujarnya.

Kasus keracunan ini terjadi ketika para siswa belanja mi gulung telor (milor), jajanan yang ada di sekitar sekolah. Sebagaimana disampaikan oleh seorang guru Hasanudin, pada pukul 08.30 Wib, setelah melaksanakan baca surat Yasin  berjemaah di SDN Bantarkuning,  beberapa siswa yang berjumlah  15 orang pergi ke tempat penjual jajanan mielor yang ada di sekitar sekolah.

Usai beli milor, para siswa merasa mual-mual, pusing kepala. Bahkan ada yang sampai muntah. “Belasan siswa yang habis belanja dan makan milor, mengaku kepalanya pusing, mual dan muntah,” kata Hasanudin.

Mengetahui hal itu,  para guru termasuk pihak kepolisian yang mendapatkan informasi itu, langsung  membawa siswa tersebut  ke Puskesmas Tanjungsari untuk dilakukan pertolongan atau pemeriksaan. “Karena belasan  siswa mengalami muntah-muntah terus, maka dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan,” kata Kapolsek Asep Tatang.

Dia menjelaskan, berdasarkan pengakuan para siswa, mereka memakan milor saat jam istirahat sekolah usai acara membaca Alquran. “Karena kondisi seperti itu, maka bersama dengan pihak sekolah, para korban langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” ujar Kapolsek.

Adapun identitas korban keracunan makanan yaitu adalah Sarip, Ilham, Alfha, Rizki, Nabil, Anggi, Widya, Adi, Ahmad, Saepul,Harlan, Endah, Silvi, Sindi dan  Ridwan.

Setelah mendapatkan perawatan yang ditangani langsung oleh petugas puskesmas, semua siswa yang mengalami keracunan makanan tersebut dinyatakan boleh pulang ke rumah. Sementara, kasus keracunan tersebut menjadi perhatian pihak kepolisian.***

Bagikan: