Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sedikit awan, 25.5 ° C

Pemkab Bekasi Ajukan Buang Sampah ke Bantargebang

Tommi Andryandy
SAMPAH masih menumpuk di persimpangan Sentra Grosir Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin, 18 Maret 2019. Meski Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng telah dibuka, Dinas Lingkungan Hidup mengaku membutuhkan setidaknya dua pekan untuk mengangkut sampah yang tidak terangkut selama 14 hari.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
SAMPAH masih menumpuk di persimpangan Sentra Grosir Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin, 18 Maret 2019. Meski Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng telah dibuka, Dinas Lingkungan Hidup mengaku membutuhkan setidaknya dua pekan untuk mengangkut sampah yang tidak terangkut selama 14 hari.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana mengalihkan lokasi pembuangan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Kota Bekasi. Pengalihan dilakukan karena TPA Burangkeng bakal direvitalisasi.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dody Agus Suprianto mengatakan, pihak telah berkonsultasi kepada sejumlah instansi terkait rencana membuang sampah ke Bantargebang.

Hasilnya, Pemkab Bekasi harus menjalin kerja sama terlebih dahulu dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Karena, meski lokasinya berada di Kota Bekasi, TPST Bantargebang dikelola oleh Pemprov DKI.

Pemkab Bekasi, kata Dodi, sudah mengajukan surat permohonan kepada Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Non B3 pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI agar dapat memfasilitasi pertemuan dengan Pemprov DKI Jakarta membahas persoalan ini.

“Sebelumnya kami sudah berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pengelola TPST Bantargebang. Hasil konsultasi diperoleh kesimpulan bahwa Pemkab Bekasi dapat membuang ke TPST Bantargebang dengan terlebih dahulu membuat MoU antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkab Bekasi. Makanya, kami meminta Kementerian LH memfasilitasi pertemuan antara kami dengan Pemprov DKI Jakarta,” ujarnya, Rabu, 20 Maret 2019. 

TPST Bantargerbang menjadi lokasi yang terbilang strategis untuk pembuangan sampah dari Kabupaten Bekasi. Meski berada di kota, namun letaknya berdekatan dengan TPA Burangkeng yang berlokasi di Kecamatan Setu. 

“Karena kan dekat, sejalur, tinggal menambah beberapa jarak saja. Lokasinya memungkinkan,” ujar Dody.

Belum diketahui kapan kerja sama akan terjalin serta bagaimana isi kerja sama tersebut. Namun, Dody berharap, penandatanganan kerja sama dapat segera direalisasikan agar revitalisasi TPA Burangkeng dapat dilakukan.

“Karena kalau direvitalisasi tetapi sampah tetap masuk ke TPA Burangkeng ya enggak akan beres-beres proses revitalisasinya. Pemkab Bekasi juga tentu harus menyiapkan anggaran untuk membayar restribusi ke TPA Bantargebang,” kata Dodi.

Kelebihan batas

Lebih lanjut, Dody mengungkapkan revitalisasi direncanakan karena kondisi TPA Burangkeng sudah kelebihan batas (overload). Sejak beberapa tahun terakhir sebenarnya TPA seluas 11,8 hektar itu sudah tidak mampu lagi menampung sampah sehingga perlu direvitalisasi.

Maka dari itu, rencana revitalisasi TPA yang sempat ditutup selama dua pekan oleh warga itu, kini tengah dikaji oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pemkab Bekasi.

“Karena overload dan tidak memungkinkan untuk dilakukan perluasan lahan, maka TPA Burangkeng ini harus direvitalisasi. Jalan dan drainasenya diperbaiki, tumpukan sampah yang di atas dirapikan serta dilakukan proses control and field dengan cara diurug tanah merah terlebih dulu dan lain sebagainya. Saat ini rencana revitalisasi itu tengah dikaji di Balitbang,” ucapnya.***

Bagikan: