Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian cerah, 20.3 ° C

Jangan Libatkan Anak-anak dalam Kampanye

Shofira Hanan
Komisioner KPU dan perwakilan Bawaslu dalam Rapat Koordinasi Kampanye Pemilu 2019, di Gedung Pramuka, Kabupaten Cianjur, Kamis 21 Maret 2019.*/SHOFIRA HANAN/PR
Komisioner KPU dan perwakilan Bawaslu dalam Rapat Koordinasi Kampanye Pemilu 2019, di Gedung Pramuka, Kabupaten Cianjur, Kamis 21 Maret 2019.*/SHOFIRA HANAN/PR

CIANJUR, (PR).- Para penyelenggara kampanye Pileg dan Pilpres 2019 diimbau untuk tidak melibatkan anak-anak dalam kegiatan politik, terutama dalam prosesi kampanye terbuka atau rapat umum. Selain itu, para Caleg dan tim sukses Pilpres juga diharapkan tidak menggerakkan aparat desa dalam setiap kegiatan kampanye mereka.

Imbauan tersebut menjadi beberapa poin penting yang harus dilakukan oleh pihak terkait. Komisioner Divisi SDM dan Permas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, Rusdiman mengatakan, para penyelenggara Pilpres dan Pileg harus bijak dalam mengikutsertakan peserta kampanye.

“Di pusat sudah ada nota kesepahamannya dengan KPAI, terkait penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik. Dan harus ada sanksi bagi pelanggarnya,” ujar dia, dalam Rapat Koordinasi Kampanye Pemilihan Umum Tahun 2019, Kamis 21 Maret 2019.

Menurut dia, ditekankannya poin tersebut disebabkan hingga saat ini keterlibatan anak-anak dalam kegiatan politik masih saja ditemui. Oleh karena itu, hal tersebut pun menjadi tugas penyelenggara agar dapat dikoreksi ke depannya.

Lebih lanjut dikatakan, penyelenggara kampanye pun tidak boleh membiasakan diri melibatkan aparat desa. Rusdiman menilai, belakangan ini keterlibatan aparat desa tengah menjadi perbincangan hangat karena cukup banyak terjadi.

“Maka diingatkan sekali lagi, jangan mengajak perangkat atau aparat desa. Ini harus diperhatikan dalam kampanye, termasuk juga keterlibatan BPD,” ucapnya.

Koordinator Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Hadi Dzikir Nur mengatakan, terkait keikutsertaan anak dalam kegiatan kampanye hingga saat ini belum ada sanksi yang mengikat. “Memang belum ada sanksi yang mempertegas. Tapi kami, tetap mengharapkan agar pelaksaan kampanye tidak melibatkan mereka (anak-anak),” ujar Hadi.

Menurut dia, anak menjadi salah satu kategori yang tidak boleh berkampanye sehingga mutlak untuk tak diikutsertakan. Akan tetapi, meskipun tidak ada sanksi yang mengikat, ia mendorong agar Parpol tetap taat peraturan. “Ada atau tidaknya anak-anak pada kampanye itu jadi cara mengukur ketaatan Parpol terhadap aturan yang berlaku,” ujar dia.***

Bagikan: