Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.4 ° C

Distribusikan Sabu ke Wilayah Jabodetabek, Empat Pemuda Terancam Hukuman Mati

Riesty Yusnilaningsih
BARANG bukti sabu.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
BARANG bukti sabu.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Kepolisian Sektor Bekasi Utara mengungkap komplotan pengedar sabu beromset miliaran rupiah. Ancaman hukuman terberat berupa hukuman mati atau minimal enam tahun penjara serta denda maksimal Rp 10 miliar siap dijeratkan kepada empat tersangka yang telah tertangkap.

"Masih ada satu buron yang masih kami kejar dan dia pemasok barang untuk keempat tersangka ini," kata Kepala Polsek Bekasi Utara Komisaris Dedi Nurhadi, Kamis 21 Maret 2019.

Pengungkapan jaringan ini bermula dari penangkapan tersangka JJ (25) di Kalimalang Kota Bekasi, Selasa 19 Maret 2019 malam. Di tangannya, diperoleh sabu seberat 0,12 gram. Tersangka JJ mengakui barang tersebut diperolehnya dari RM (23). "Malam itu juga kami kejar RM dan berhasil kami amankan bersama rekannya NK (27) di Tanjung Duren, Jakarta," kata Dedi.

Di tangan RM, polisi mendapati sabu seberat 1,64 gram. Namun RM mengakui memiliki sabu-sabu dalam jumlah lebih banyak dan dititipkannya di kediaman MF (38).

Saat kediaman MF di Cipondoh, Tangerang didatangi, didapati sabu sebanyak 553,7 gram yang nilainya setara Rp 609 juta rupiah. Keempat tersangka berikut barang bukti diamankan ke Markas Polsek Bekasi Utara.

Saat diperiksa, RM mengakui mendapatkan barang tersebut dari Ck yang hingga kini masih buron. Dua pekan lalu, RM dipasok sabu sebanyak 1 kilogram. Jika seluruhnya terjual, ia akan mendapat upah Rp 10 juta. "Dalam dua pekan, yang sudah terjual baru 4 ons lebih. Termasuk kepada tersangka JJ yang merupakan pengguna," katanya.

RM mengedarkan barang-barang tersebut kepada jaringan pengguna yang telah dikenalnya. Pelanggannya tersebar di wilayah Jabodetabek. "Buron masih kami kejar supaya bis ketahuan asal barang yang dipasok datang dari mana," katanya.***

Bagikan: