Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian cerah, 20.3 ° C

Banjir dan Longsor  Akibatkan Rumah Rusak dan Korban Luka

Shofira Hanan
BANJIR  dan longsor menerjang Kecamatan Sukanagara dan Pagelaran, Kamis 21 Maret 2019. Intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah rumah terendam hingga rusak berat, BPBD Cianjur pun masih melakukan proses assessment dan distribusi logistik ke lokasi.*/ DOK. BPBD
BANJIR dan longsor menerjang Kecamatan Sukanagara dan Pagelaran, Kamis 21 Maret 2019. Intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah rumah terendam hingga rusak berat, BPBD Cianjur pun masih melakukan proses assessment dan distribusi logistik ke lokasi.*/ DOK. BPBD

CIANJUR, (PR).- Lima desa di Kecamatan Pagelaran dan Sukanagara tertimpa bencana banjir serta longsor akibat curah hujan tinggi. Akibatnya, sejumlah rumah rusak ringan dan berat, serta menyebabkan korban luka.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur Sugeng Supriyatno mengatakan, curah hujan memang tinggi dan deras sepanjang Rabu 20 Maret 2019.

“Tercatat tiga desa di Kecamatan Sukanagara, yakni Desa Gunungsari, Sukakarsa, Sukalaksana, dan Sindangsari mengalami banjir dan longsor yang cukup parah,” ujar dia, Kamis 21 Kamis 2019.

Menurut dia, tiga rumah rusak berat di Desa Gunungsari, satu orang warga mengalami luka, dan enam rumah rusak ringan di Desa Sukakarya. Kemudian, banjir dan longsor juga menimpa Desa Sukarame Kecamatan Pagelaran.

Sugeng menjelaskan, pada Kamis malam pencarian dan pendataan sempat dihentikan karena situasi yang tidak memungkinkan. Soalnya, saat itu ada genangan air dari Sungai Cibala, dan dikhawatirkan terjadi banjir susulan.

“Tapi kami sudah memberangkatkan tim ke dua kecamatan tersebut. Tidak hanya mengirimkan untuk proses assessment saja, tapi juga untuk mendistribusikan logistik,” ucapnya.

Menurut dia, proses assessment akan terus berjalan untuk mendata lebih lanjut terkait dampak kerusakan hingga kemungkinan adanya korban. Lebih lanjut dikatakan, selain merusak sejumlah rumah, hujan deras juga berakibat pada putusnya akses jalan di selatan.

Jalan utama penghubung Sukanagara-Pagelaran amblas sepanjang 50 meter akibat curah hujan yang tinggi dan deras sepanjang hari. Akibat rusaknya jalan tersebut, truk pengangkut tidak bisa melintas, sementara mobil ataupun sepeda motor harus berhati-hati. Pasalnya, getaran yang dihasilkan oleh kendaraan dikhawatirkan akan memperparah kerusakan jalan.

“Jalan provinsi tersebut amblas sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut informasi, tebing di area tersebut mengalami longsor hingga setengah badan jalan,” ujar dia.

Hingga saat ini, sejumlah petugas disiagakan untuk membantu proses penanganan di lokasi. Sugeng mengungkapkan, status darurat banjir dan longsor memang belum dicabut setidaknya sampai Mei mendatang. Oleh karena itu, warga masih harus mewaspadai potensi-potensi bencana yang ada.

Sementara itu, Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Soliyah mengatakan, diberlakukan buka tutup jalur di area yang mengalami longsor tersebut. Menurut dia, hal itu dilakukan untuk menghindari potensi lumpuhnya jalan secara total.

 “Apalagi ini kan jalur utama, makanya perlu segera ditangani. Kami sudah mengirimkan satu pleton dalmas untuk membantu evakuasi,” kata Soliyah.

Dinas terkait dan Perhutani juga diketahui turun tangan untuk penanganan. Soliyah mengungkapkan, perbaikan jalan harus dipercepat mengingat 27 hari lagi Pemilu 2019 akan berlangsung. Ia mengharapkan, jangan sampai jalan rusak dan amblas menghambat distribusi logistik dan partisipasi masyarakat yang hendak memberikan suara. ***

 

Bagikan: